Lihat ke Halaman Asli

Gus Noy

TERVERIFIKASI

Penganggur

Menulis Merupakan Sebuah Gaya Hidup Terkini

Diperbarui: 6 Juni 2017   19:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Menulis, menurutku, adalah …
Menulis, menurutmu, adalah …
Menulis, menurutnya, adalah …

Setiap orang memiliki anggapan masing-masing mengenai kegiatan tulis-menulis. Meski sekadar bagian dari sebuah tren suatu era, setiap orang yang menulis di status media sosial pun memiliki alasan atau pendapat yang berbeda-beda apabila ditanyakan, “mengapa Anda menulis”.

Paling tidak, seperti pertanyaan sederhana dan berulang selama bertahun-tahun, “Apa yang Anda Pikirkan?”. Jawabannya pun bermacam-macam, kecuali gambar kaku atau gambar gerak-rancak (video). Jawaban bisa satu huruf, satu tanda baca, atau panjang.   

Menulis

Pengertian “menulis”, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring (www.kbbi.kata.web.id), salah satunya, adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Dan, masih ada beberapa pendapat orang atau ahli mengenai “menulis”, apa itu “menulis”, yang dapat dicari di internet.

Salah satu pengertiannya tertera di www.pengertianbahasa.blogspot.co.id. Di blog itu pada 13 Februari 2013 Cinta Lestari mengatakan, secaraumummenulis dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengemukakan gagasan-pikirannya kepada orang atau pihak lain dengan media tulisan.  

Sementara arti “penulis”, salah --- entah apa salahnya --- satunya adalah “orang yang menulis”.

Itu kalau dilihat dari arti “penulis” sebagai “orang yang menulis”. Selain memang pekerjaan sehari-hari sebagai sekretaris, panitera, atau wartawan, ada juga yang sekaligus karena hobi atau yang dikenal dengan penulis atau pengarang.

Dan setiap orang memiliki alasan dan anggapan masing-masing ketika menjadikan tulisan sebagai media mengekspresikan diri, mengaktualisasikan diri, mengeksistensikan diri, atau alasan-alasan lainnya. Apakah alasan-anggapan tersebut berlaku dalam tempo sesaat atau sampai suatu masa tertentu kelak, tentunya, lumrah-sah-bebas-jamak. Hal paling sederhana, ya, menulis di status atau komentar pada kolom jejaring media sosial.

Gaya Hidup


 Setiap manusia normal (berintelegensi umumnya) memiliki gaya hidup (lifestyle). Gaya hidup setiap orang belum tentu sama. Misalnya, gaya hidup sederhana, gaya hidup mewah, gaya hidup hedonis, gaya hidup agamis, gaya hidup sehat, dan lain-lain.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline