Lihat ke Halaman Asli

guntursamra

Abdi Masyarakat

Puisi | Waktu

Diperbarui: 11 April 2020   10:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi : Dokumen Pribadi

Katamu, aku adalah luka yang selalu hadir mengingatkan masa lalu. Memaknai kehidupan dari sisi yang tak pernah kau sukai karenaku. Kemudian kita berjalan bersama, meskipun dijalan yang bercabang.

Menurutmu, aku tak lebih dari sebuah kecemasan setiap kali dirimu menatap masa depan. Menjalani putaran waktu yang tak pernah ingin kau lewati denganku. Lalu kita melangkah bersama, walaupun di arah yang berlawanan.

Andaikan suatu hari nanti, waktu yang mempertemukan itu memisahkan kita, mungkin aku adalah kenangan terindah masa lalumu sekaligus kebahagiaan masa depanmu.

Sinjai, 11 April 2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline