Lihat ke Halaman Asli

Gunawan Mahananto

Ordinary people with extraordinary loves

Cara Atasi Krisis di Manchester United ala Jokowi

Diperbarui: 2 Oktober 2018   11:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kondisi di Manchester United saat ini begitu rumit. Rentetan kekalahan yang dialami MU membuat situasi sulit bagi manajemen klub ,  manager pelatih dan para pemain nya.

Lebih sulit lagi situasi nya , tatkala Pogba kritisi taktik MU yang tidak bermain " menyerang".  

Dari berbagai aspek , kondisi di MU ini bisa di analisis.  Tapi menurut saya , aspek psikologis dan menejerial akan lebih tepat sebagai dasar analisanya.

Mestinya pemilik dan manajemen klub , para pemain dan official tahu karakter atau sifat dasar  Mourinho saat direkrut sebagai pelatih kepala.  Mourinho adalah seorang jenius yang  one man show , harus jadi nomor satu / perfeksionis, dan  raja perang urat syaraf.  Dari perjalanan karir nya yang lebih 20 tahun , buktikan kalau Mourinho bisa sukses dimana saja dan dengan klub mana saja.  Tentu dengan syarat utama ,yakni , Mourinho tidak bisa di cegah untuk melakukan apa saja di klub nya.  Khusus nya untuk penjualan dan pembelian pemain.

Kalau mengikuti setiap wawancara wartawan dengan Mourinho , terbesit kesimpulan , hanya Klubnya sekarang yakni Manchester United yang tidak serta merta merestui penjualan atau pembelian pemain sesuai kehendak Mourinho pribadi.  Akibatnya , tugas Mourinho jauh lebih berat dari tugas nya di klub klub sebelum nya.  Yakni bisa adaptasi dan gunakan pemain seadanya di klub.  Apabila program bursa pemain di tolak atau di cegah oleh ,  secara psikologis , akan bisa membuat Mourinho kurang percaya diri.  Ini sesuai karakter awal yang di bahas ,yakni Mourinho selalu maunya terbaik atau perfek.

Kurang percaya diri Mourinho ini bisa juga akan menular ke pemain nya.  Dampak dari kurang percaya diri manager dan pemain ,adalah menjadikan para pemain murung dan tidak mengeluarkan kemampuan terbaik nya.  Meskipun para pemain sudah mengerahkan semua kekuatan nya. Tapi sia sia ,karena tidak ada nya rasa percaya diri.

Situasi semakin sulit berlanjut , karena pemilik dan manajemen klub , tidak paham benar sepakbola .

Pemilik , manajemen  Klub dan sang manager sendiri harusnya sadar situasi ini.  Ini bukan masalah taktik yang salah ( seperti yang Pogba kritisi ) atau pemain di lapangan yang tidak sungguh-sungguh ( seperti Mourinho kritisi pemain nya ) . Ini adalah masalah psikologis. Rasa percaya diri yang tergerus.

Kalau ini terjadi di Indonesia , hadapi hal pelik dan krisis seperti ini , ada namanya musyawarah sambil makan makan. atau diplomasi meja makan.  Jokowi yang sekarang RI 1, selalu sukses dengan cara ini.

Klub MU harusnya  adakan pertemuan informal . Diawali manager dan pemain nya. Bukan di lapangan tempat latihan.  mestinya di suatu restoran atau meeting room yang friendly.  Niscaya , batas yang kaku antara manager dan pemain jadi cair dan roboh.

Kemudian di lanjut , meeting informal lagi , antara  pemilik atau manajemen klub , manager dan beberapa perwakilan dari para  pemain.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline