Lihat ke Halaman Asli

Terbang Pertama bersama MH

Diperbarui: 26 Juni 2015   07:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

13000921521779882277

Pengalaman terbang dengan Airline Malaysia (MH) lumayan unik. Dari makanan, pelayanan pramugari, dan cara landing dan take outnya yang smooth. "Pak makan itu gratis ya.... Gratis kan?" kata seorang peserta trip Bangkok-Kuala Lumpur yang aku dampingi. Pertanyaan itu dibisikkan 2 kali dari bangku sebelah. Aku bilang "Ya makan saja.. ndak papa... (gratis)" kataku sambil menerka-nerka. Wah ini pasti gara-gara peraturan yang ketat dari panitia trip, atau karena baru pertama kali terbang ya..... Seorang pemuda peserta trip yang duduk di sebelahku pun hampir menolak tawaran makan siang di pesawat itu. "Loh encik ndak makan....?" tanya pramugari itu. Lalu aku bisikkan kepadanya, "Makan aja mas... gratis kok."  Pemuda itu lalu meralat pesanannya, dari tidak makan menjadi pesan salah satu menu yang ditawarkan. Itulah salah satu pengalamanku di atas MH airline milik Malaysia. [caption id="attachment_96030" align="aligncenter" width="393" caption="Salah satu pesawat MH"][/caption] Yang paling menarik adalah cara take off dan landingnya lumayan smooth, di banding rata-rata maskapai Indonesia. "Untunglah dari sekian banyak peserta trip, yang hampir separuhnya adalah pertama kali pergi ke luar negeri, atau bahkan pertama kali naik pesawat mendapat pengalaman terbang dengan MH yang notabene take off dan landingnya lumayan smooth." begitu pikirku dalam hati. Entah kalau pengalaman terbang mereka pertama kali dengan maskapai Indonesia yang kurang halus take off dan landingnya, bisa-bisa mereka kapok naik pesawat nanti. Saat pesawat di atas pun jarang ada goncangan yang berlebihan walau sempat diinfokan sedang menghadapi cuaca yang buruk. Goncangan hanya terasa kecil saja. Aku amati para peserta trip masih sempat banyak yang bercanda di atas pesawat. Hebat juga pilotnya ya, bisikku dalam hati. Atau, memang cuaca yang dilaluinya tak seekstrim cuaca penerbangan ke Kalimantan/Sulawaesi (Indonesia bagian Timur) ya....? Dari segi makanan yang disajikan sih tidak begitu nikmat dibanding bumbu racikan koki Indonesia. Kurang manis dan tak berani rempahnya. Tapi ya karena disajikan hangat dan sedang lapar.. apa pun jadi enak disantap lah .. kira-kira begitu. Ada yang nambah minuman beberapa kali. Ada yang toast dengan red wine, dsb. Kemasan makanannya pun lumayan unik, memanjang.  Saat terbang kembali ke Jakarta, mashi ditambah bonus es krim... Wah ini mungkin bonus biar ingat yang baik-baik saat terbang dengan MH. Jadi kalau terbang pakai MH lagi, begitu aku berpikir dalam hati. [caption id="attachment_95999" align="aligncenter" width="416" caption="Kemasan lunch di MH"]

1300084083684227714

[/caption] "Pramugarinya ndak secakep pramugari Indonesia ya mas..." kata seorang peserta trip kepadaku. Setelah aku amat-amati, memang demikian adanya. Pramugari maskapai penerbangan Indonesia masih menang cantik-cantik dibanding pramugari MH. Tapi siapa tahu, memang yang paling utama adalah kesigapan dan kecermatan dalam pelayanan, sementara penampilan/tampang mungkin dinomorduakan oleh mereka. "Majalah ini boleh saya bawa tak?" kataku pada pramugari... "Ooo boleh boleh...." kata sang pramugari menjawab permintaanku untuk mengambil majalan bulanan penerbangan MH.  Seingat aku, maskapai penerbangan Indonesia tak boleh. Bukan promosi, tapi terbang bolak-balik (Jkt-KL-Bangkok, Bangkok-KL, KL-Jakarta) dengan maskapai penerbangan MH, hati dan pikiran lumayan tenang. Mudah-mudahan maskapai penerbangan Indonesia juga semakin baik......



BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline