Malam yang betul-betul akan dikenang oleh seluruh elemen klub Atalanta BC terjadi Kamis, 23 Mei 2024. La Dea sukses taklukkan Bayer Leverkusen pada Final UEFA Europa League dengan skor telak 3-0. Striker Timnas Nigeria, Ademola Lookman muncul menjadi sosok protagonis lewat sumbangan hattrick-nya!
Berlaga di Stadion Aviva, Dublin, Bayer Leverkusen berbekal gelar Bundesliga 2023/2024 plus status unbeaten (tak terkalahkan) dalam 51 laga musim ini. Skuad asuhan Xabi Alonso sebenarnya juga lebih diunggulkan dalam laga semalam, sebab Atalanta harus jalani jadwal padat dengan 4 laga dalam 10 hari.
Ademola Lookman membuka keunggulan La Dea lewat sontekan menit ke-12'. Penyerang yang sempat berkiprah di Everton, mencetak gol kedua pada menit 26', lalu melengkapi hattrick-nya di menit 75'. Tak ayal, Lookman diarak rekan-rekannya seusai peluit akhir laga dibunyikan.
Gelar Europa League ini sangat berarti bagi Atalanta, yang merupakan gelar perdana mereka di kompetisi Benua Biru (Eropa). Pun juga bagi sang allenatore Gian Piero Gasperini, gelar ini merupakan trofi pertama sepanjang karier kepelatihannya dari tahun 1994.
Congratulazioni, Atalanta!
Persiapan Laga dan Prediksi Diego Forlan
Sebelum laga digelar, kapten Atalanta Marten De Roon dipastikan akan absen di laga puncak ini, sebab ia mengalami cedera lutut saat menghadapi Juventus di Final Coppa Italia, Kamis (16/5/2024). Laga di Olimpico Stadium itu berakhir dengan kekalahan Atalanta 0-1 dari Si Nyonya Tua.
De Roon cukup emosional perihal absennya di laga Final ini, dan memantik sejumlah fans Atalanta untuk memberikan dukungan moril kepadanya. Sebuah pesan inspiratif dalam poster besar diletakkan di depan rumah De Roon yang bertuliskan "Rasa memiliki, pengorbanan dan jersey yang penuh keringat setiap saat. De Roon, Anda telah menaklukkan piala Anda."
Gian Piero Gasperini tentu tidak ingin gagal di final keduanya musim ini. Ia paham betul, bahwa start melawan Juventus di Coppa Italia lalu tidaklah bagus, sehingga fokus sejak menit pertama menjadi pekerjaan besarnya.
Formasi 3-4-2-1 kembali menjadi andalannya, dengan modifikasi lebih menyerang sepeninggal Marten De Roon. Juan Musso mengisi pos penjaga gawang, ditemani tiga bek Berat Djimsiti, Isak Hien dan Sead Kolasinac.
Davide Zappacosta, Ederson, Teun Koopmainers serta Matteo Ruggeri menjadi pemain lini tengah, menopang dua trequartista Charles De Katelaere-Ademola Lookman dan striker utama Gianluca Scamacca. Formasi ini sangat menyerang, mengingat posisi Marten De Roon di lini tengah diisi oleh Koopmainers yang notabene seorang playmaker.