Lihat ke Halaman Asli

Gramedia Official

TERVERIFIKASI

Tempat kamu mencari buku 📚

9 Alasan Orang Ghosting dalam Hubungan Percintaannya!

Diperbarui: 5 Januari 2023   10:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Photo by NoName_13 on Pixabay

Berdasarkan ahli psikologi mengatakan bahwa ghosting sering dilakukan untuk menghindari konflik dan ketakutan yang akan terjadinya. Singkatnya, arti ghosting adalah salah satu cara manusia untuk menghindari konfrontasi dan percakapan yang sulit. 

Selain itu juga, untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain. Berdasarkan studi ilmiah menyatakan bahwa ghosting adalah hal terburuk yang dapat dilakukan untuk mengakhiri hubungan. 

Hal itu dapat menyebabkan hal serius dan masalah terus-menerus di masa mendatang. Pelaku ghosting sering melakukan ini karena menghindari konflik dan tidak ingin menjadi orang jahat dalam hubungan yang mereka bangun.

Alasan orang ghosting juga karena takut menghadapi kemarahan korban yang dapat menimbulkan kecemasan. Namun, menghindari konflik terus-menerus hanya akan meningkatkan kecemasan seiring berjalannya waktu. 

Alasan Orang Ghosting

Alasan orang ghosting tidak jadi solusi untuk menyelesaikan masalah bersama, selain dengan berkomunikasi satu sama lain. 

Kita tahu bahwa tiba-tiba menghilang dengan alasan apapun bukanlah hal yang baik, tetapi sering kali para pelaku ghosting menghindari hal-hal berikut ini:

1. Tidak Ingin Menyakiti Perasaan Orang Lain

Alasan seseorang ghosting pertama adalah karena tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Ketika mereka merasa sangat tidak nyaman atau benar-benar merasa hubungan itu tidak benar, sering kali ingin tiba-tiba menghilang.

Hal ini karena tidak ingin menyakiti perasaan korban ketika diberitahu alasannya. Selain itu juga, ingin menyelesaikan hubungan dengan secepat mungkin tanpa lebih banyak menyakitinya.

2. Merasa Sulit untuk Mengakhiri Hubungan

Alasan seseorang melakukan ghosting kepada orang lain adalah karena sulitnya mengkomunikasikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan. 

Mereka tidak ingin menyakiti perasaan korban, sehingga sering berpikir bahwa menghilang secara tiba-tiba membuat segalanya lebih mudah. Namun, dia tidak memikirkan perasaan korbannya yang ditinggalkan. 

3. Tidak Bisa Berkomitmen

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline