Lihat ke Halaman Asli

Giska JendwiSetianingrum

Mahasiswa Pendidikan Biologi Semester 1

Perbandingan Sistem Pendidikan di Indonesia dan di Finlandia

Diperbarui: 27 Oktober 2022   10:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Di era sekarang pendidikan merupakan hal terpenting dan menduduki peranan pokok dalam kehidupan (Sarica dan Cavus, 2009). Karena dengan adanya pendidikan yang baik, maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pada suatu negara. Perubahan besar bisa terjadi apabila terdapat peningkatan pada mutu pendidikan di dalamnya. Untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dalam suatu negara maka dibutuhkan kerjasama dan kontribusi dari pihak sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Sejak tahun 1980 hingga sekarang Finlandia mengalami kemajuan dalam hal pendidikan. Negara Finlandia menduduki peringkat pertama dari hasil tes PISA (Programme for international Student Assesment) pada tahun 2000. Pencapaian tersebut membuat Finlandia menjadi acuan bagi sistem pendidikan oleh berbagi negara. Kemajuan ini didapat dengan berbagai dukungan dan kontribusi nyata dari pemerintah Finlandia. Salah satunya yaitu adanya pemberian akses sekolah gratis bagi masyarat Finlandia sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dengan adanya subsidi sekolah gratis ini maka semua masyarakat Finlandia bisa mendapatkan pendidikan yang merata tanpa kecuali. Berbeda keadaanya dengan akses pendidikan di Indonesia, menurut Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan". Tetapi melihat dari kenyataan di lapangan masih banyak anak di Indonesia yang putus sekolah dengan berbagai alasan.

Terdapat perbedaan jam belajar yang diterapkan di Indonesia dan Finlandia. Jam belajar di kelas  yang ada di Finlandia relatif lebih singkat daripada di Indonesia. Siswa di Finlandia menghabiskan waktu di kelas sekitar 4-5 jam per hari dengan waktu istirahat selama 15 menit setelah 45 menit belajar. Disaaat istirahat para siswa diperkenankan bermain di luar kelas bersama teman-teman mereka. Penerapan waktu belajar seperti ini guna untuk mengistirahatkan otak para siswa dan menghindari adanya tekanan pada guru. Sedangkan, sejak tahun 2017 Indonesia menerapkan sistem 5 hari sekolah dengan lama belajar per hari yaitu 8 jam dan waktu istirahat hanya sebentar. Terlihat jelas kesenjangan waktu pembelajaran di Indonesia dan Finlandia. Adanya pebedaan jam belajar ini memiliki alasan tersendiri bagi setiap negara.

Kurikulum pendidikan di Finlandia tidak berpacu pada pemerintah. Melainkan guru diberikan kebebasan dalam perancangan kurikulum di sekolah dasar. Tujuannya agar mengembangkan jiwa kreatifitas guru dalam menentukan proses pembelajaran di kelas. Kegiatan pembelajaran yang ada di Finlandia menerapkan sistem belajar sambal bermain dan pembelajaran menitikberatkan pada pendidikan karakter anak. Berbeda halnya dengan Indonesia sejak 1947 hingga sekarang telah mengalami banyak perubahan kurikulum. Dampak dari seringnya perubahan kurikulum ini mengakibatkan kesulitan pada siswa dan guru dalam menerapkan secara penuh kurikulum lama karena muncul kurikulum baru. Perubahan kurikulum dalam kurun waktu yang dekat ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mendapatkan sistem pendidikan Indonesia yang lebih baik

Perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan Finlandia terlihat dari kualitas pendidik, adanya fasilitas pendidikan, dan kurikulum. Sistem pendidikan di Finlandia bisa menjadi contoh dan acuan untuk membuat pendidikan di Indonesia lebih baik. Banyak hal masih perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama dalam hal pemerataan pendidikan. Pemberian subsidi biaya pendidikan perlu diupayakan oleh pemerintah dalam rangka memudahkan mengakses pendidikan bagi semua masyarakat Indonesia.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline