Lihat ke Halaman Asli

Giri Lumakto

TERVERIFIKASI

Pegiat Literasi Digital

Horor Singkat Tercekat #22

Diperbarui: 7 Maret 2016   13:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(ilustrasi: itsjustonefootinfrontoftheother.blogspot.com)

[caption id="" align="aligncenter" width="552" caption="(ilustrasi: itsjustonefootinfrontoftheother.blogspot.com)"][/caption]

Gemericik air di kamar kos ini berbunyi, kembali. Tepat pukul 11 malam di kos ini, air selalu mengalir sendiri di kamar mandi. Seolah ada yang mau mandi, saya dan teman kos tidak ada berani lihat atau ganggu. Bapak kos pernah berpesan, biar saja kalau ada yang mandi tiap malam. Kalau diganggu, kadang penghuni kos jatuh sakit. Pernah ada yang coba lihat dan membuka pintu kamar mandi. Esoknya ia sakit, dengan sekujur tubuh berkeringat dingin. Tapi bukan keringat, tapi air, serupa air untuk mandi.

- - o - -

Rindi hanya diam di makam mantan kekasihnya sampai magrib menjelang. Menatap dan mengelus-elus batu nisan, magrib mulai membuat suasana semakin redup. Semua peziarah sudah pergi sejak pukul 4 sore tadi. Rindi tinggal sendiri di makam mantannya. Rindi baru saja di makamkan siang tadi. Tepat di samping makam mantannya, Rindi seolah senang bersanding di sana.

- - o - -

"Mba mau pergi kemana malem-malem gini?" tanya Fikri, seorang security Mall di sekitaran Solo. "Ke sana mas.." ucap si perempuan sambil menunjuk ke lantai atas Mall ini. "Lho, udah tutup mba Mall-nya kalau jam 11" terang Fikri. "Buuuukkk...!" tiba-tiba tepat di depan pintu masuk Mall sesosok tubuh jatuh. Fikri langsung menghampiri dan melihat apakah orang yang jatuh tadi masih hidup. Dengan kepala bersimbah darah, di terang lampu Mall Fikri tercekat. Yang jatuh dari lantai atas Mall ini adalah si perempuan yang ia tegur tadi. Pandang Fikri langsung kembali ke tempat ia bertanya ke si perempuan. Namun ia tidak ada di sana.

- - o - -

"Bas, ini yang di foto siapa Bas?" tanya Lili bingung. "Mana Li??" sambil memelototi fotonya, Baskoro penasaran. "Ini lho, di samping Irham!" sambil menunjuk foto Baskoro yang berfoto bersama teman-temannya di Gunung Gede Pangrango waktu SMA dulu. "Itu, ohh.. Itu Luthfi Li, anak IPA 1..." tiba-tiba Baskoro terdiam. Ingatannya kembali ke jaman SMA dan sosok Luthfi. Luthfi adalah sahabatnya sejak SMP. Yang ia ingat, Luthfi tidak pernah masuk SMA. Luthfi meninggal karena sakit tepat sebelum ia masuk kelas 3 SMP.

- - o - -

Nafasku tersengal. Kakiku mulai kelu untuk terus berlari. Di ujung gelap ini ada pintu yang terbuka dengan secercah cahaya lampu dari dalam. Ku berlari sebisa mungkin ke pintu itu. Gelap ini seolah semakin gulita, mencekat hati. Ku buka pintu dan segera masuk ke ruang itu. Gelap itu tetap datang ke dalam kamar. Kengerian terus memburuku. Ada sebuah ranjang dengan seseorang tidur diatas. Ku hampiri, itu dan ku lihat siapa yang tertidur. Tercekat, yang tertidur adalah diriku sendiri. Terbangun, ku usap mataku. Mimpi buruk itu seperti nyata. Apa itu? Gelap gulita itu merayap di pintu kamarku. Mendekat dan semakin mendekat, ku berlari keluar rumah yang ternyata juga sudah gelap gulita. Nafasku tersengal.

Cerita lainnya: #1#2#3#4#5#6#7#8#9#10#11#12#13#14#15#16#17#18#19#20 | #21

Salam,

Bandung, 12 Februari 2015

10:01 pm




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline