Entah siapa yang mengomandoinya. Tetapi, terlihat sangat begitu jelas jika sejak dua minggu terakhir ini serangan-serangan yang dibidikkan ke arah Gatot Nurmantyo semakin gencar.
Ada serangan yang beramunisikan fakenews tentang mahar senilai 5 triliun yang ditawarkan Gatot kepada Prabowo Subianto.
Baca: Anehnya Isu Mahar 5 Triliun yang Menyasar Gatot Nurmantyo
Ada serangan yang hanya bermodalkan pelintiran berita. Kata "mengungkap" yang ditulis Tempo dipelintir menjadi "terungkap".
Baca; Berita Tempo soal Kedekatannya dengan Tomy Dipelintir, Gatot Nurmantyo Jadi Sasaran Buli
Serangan lain dilakukan dengan mengekspos pernyataan tentang Gatot yang telah mendaftar sebagai capres meski belum memasuki masa pensiunnya.
Padahal, dari sekian banyak elit Gerindra, hanya satu yang mengatakannya, yaitu Muhammad Syafii. Sementara sejumlah petinggi Gerindra lainnya membantahnya.
Meski demikian pemberitaan tentang Gatot yang mendaftar capres lebih nyaring dan kencang ketimbang pemberitaan bantahannya.
Baca: Berita Daftar Capres, Peringatan Dini untuk Gatot Nurmantyo
Masih belum cukup, serangan pun diiringi dengan mengambarkan Gatot sebagai sosok kontroversial yang kerap kali membuat gaduh.
Tidak hanya itu, beragam opini para pengamat, akademisi, dan politisi yang mencoba mengerdilkan kekuatan Gatot pun semakin sering terlihat di deretan zona elit mesin pencari Google.