Jagung merupakan salah satu komoditas strategis kedua yang ada di Indonesia. Dimana jagung merupakan sumber karbohidrat kedua setelah padi. Namun pemanfaatannya hanya pada bagian buah jagungnya. Untuk itu, mari melihat potensi dari limbah jagung yang jarang diketahui!
Haii semuanyaa... Tahukah kalian bahwa dalam pengolahan jagung menyumbang limbah yang cukup besar? Limbah tersebut berasal dari tongkol, kulit dan rambut jagung yang jarang bahkan tidak dimanfaatkan. Padahal limbah tersebut dapat diolah dan menghasilkan nilai tambah serta fungsional. Untuk itu mari kita kupas mengenai hal tersebut.
Mari masuk ke dalam dunia jagung
Jagung memiliki nama latin Zea mays L, termasuk ke dalam tanaman serealia. Jagung memiliki nilai ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras [1].
Di bawah ini merupakan grafik hasil produksi jagung di Indonesia pada tahun 2020, dimana negara Indonesia merupakan penghasil tertinggi komoditas jagung di Asia Tenggara. Pada tahun 2020, negara Indonesia mampu memrpoduksi 24 ribu metrik ton jagung. Hal tersebut memiliki keterpautan yang jauh dibandingkan urutan kedua, yaitu negara Filipina yang hanya mampu memproduksi sekitar 8 ribu metrik ton jagung.
Seiring dengan produksi jagung di Indonesia yang berlimpah, tentunya limbah dari pengolahan pasca panen jagung tidak dapat terhindarkan. Dimana pemanfaatan jagung hanya pada buahnya saja. Padahal seluruh bagian jagung dapat dimanfaatkan.
Salah satu limbah yang dihasilkan dari pengolahan pasca panen jagung adalah rambut jagung. Dimana selama ini limbah rambut jagung hanya dibuang begitu saja padahal memiliki banyak manfaat. rambut jagung memiliki kandungan senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia berupa karoten, flavonoid, saponin dan fenol.
Senyawa antioksidan yang ada di dalam rambut jagung adalah senyawa flavonoid, yaitu maysin. Selain itu, kandungan gizi dan karakteristik fungsional yang dimiliki rambut jagung memiliki potensi pemanfaatan sebagai pangan fungsional dan food ingredient. Sebagian besar masyakarat telah menyeduh rambut jagung manis sebagai teh herbal. Secara tradisional, seduhan teh rambut jagung manis dipercaya sebagai obat herbal penurun darah tinggi dengan kandungan saponin [2].