Lihat ke Halaman Asli

Galih Nofrio Nanda

Analis Keimigrasian Pertama

Rumah Detensi Imigrasi di Era Disrupsi Teknologi

Diperbarui: 22 Juni 2022   15:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto ilustrasi SIKUNTI. foto oleh Galih Nofrio Nanda

Oleh: Galih Nofrio Nanda

Analis Keimigrasian Ahli Pertama

 Rumah Detensi Imigrasi Pontianak

Sering kita mendengar istilah era disrupsi yang banyak pihak berpendapat sedang kita jalani saat ini. Era disrupsi dimaknai dengan adanya perubahan masif akibat perkembangan teknologi yang mengubah sistem dan tatanan yang menjadi lebih baru. Di era inilah meningkatnya sistem teknologi informasi yang digital sehingga memicu kreatifitas yang mendorong terciptanya inovasi-inovasi di berbagai tatanan kehidupan baik itu di segi bisnis maupun di sistem pemerintahan.

Penyebab disrupsi ini adalah perkembangan teknologi informasi digital yang sangat pesat dan meluas di seluruh Indonesia. Jaringan internet yang gampang diakses di smartphone membuat masyarakat dapat menerima dan berbagi informasi dengan mudah di era ini.

Di pemerintahan sendiri, era disrupsi teknologi terlihat dengan munculnya  strategi-strategi dari pemerintah Republik Indonesia dengan membuat inovasi-inovasi yang efisien dan memudahkan masyarakat, memberikan informasi dan pengaduan secara aktual, memangkas birokrasi, serta tentunya dilakukan dalam waktu yang cepat (real time).

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak telah menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam menghadapi era disrupsi teknologi di Indonesia. Salah satu contoh inovasi teknologi digital yang dibuat oleh Rudenim Pontianak adalah Sistem Informasi Kunjungan Terintegrasi (SIKUNTI). SIKUNTI  merupakan sebuah sistem yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian dan pengawasan pengunjung maupun deteni dalam rangka mewujudkan layanan kunjungan berbasis teknologi informasi di lingkungan Rudenim Pontianak.

Pada era Pandemi Covid-19 membuat keterbatasan gerak dan menyebabkan terbatasnya tatap muka di pelayanan publik sehingga pentingnya inovasi-inovasi di bidang teknologi informasi digital sangat diperlukan. Sehingga manfaat dari inovasi ini adalah dapat memudahkan masyarakat dan stakeholder sebagai pengguna layanan Rudenim Pontianak untuk mendaftarkan diri saat kunjungan deteni secara online dan dapat memilih waktu serta deteni mana yang akan dikunjungi secara online.

Pada pemanfaatan sosial media, Rudenim Pontianak juga telah membuat strategi-strategi untuk mengoptimalkan penggunaan sosial media sebagai penyebar informasi dan juga kanal pengaduan. Sosial media dimanfaatkan untuk memberikan informasi keimigrasian aktual dan dikemas secara visual yang baik serta berisikan konten edukasi dan informatif . Sosial media juga menjadi kanal pengaduan untuk pelayanan publik dengan memprioritaskan asas manfaat bagi pengguna layanan di Rumah Detensi Imigrasi Pontianak.

Era disrupsi digital harus dimanfaatkan secara tepat dan bijaksana sehingga dapat membawa kemajuan teknologi di kehidupan masyarakat khususnya pelayanan publik di sistem pemerintahan. Selain itu perkembangan teknologi informasi menuntut masyarakat dan petugas pelayanan publik untuk terus mengupdate ilmu dan kemampuan adaptasi yang baik. Dengan adanya ilmu dan adaptasi yang baik dapat menciptakan kemajuan-kemajuan  di bidang teknologi informasi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline