Kemampuan literasi anak menjadi hal yang disoroti kemendikbudristek belakangan ini. Nampak dari adanya program MBKM yang melibatkan peran para mahasiswa untuk membantu proses penguatan literasi. Berangkat dari kondisi yang menjadi kebutuhan anak bangsa sebagaimana disebutkan dan digagas oleh Kemendikbudristek, maka sudah seharusnya mahasiswa turut mengambil peran mendukung upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sekaligus berupaya meningkatkan minat literasi anak.
Mahasiswa KKN UNNES GIAT 5 Desa Tanjungsari memiliki inisiatif untuk memberikan penguatan literasi pada anak usia SD di sekitar posko KKN (7/8). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.
"Saya prihatin dengan kebiasaan anak-anak di desa Tanjungsari. Setelah sekolah, mereka langsung berkumpul bersama teman-temannya untuk mabar. Maka kami berinisiatif untuk memberi penguatan literasi kepada mereka untuk mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat" ujar salah satu mahasiswa KKN UNNES GIAT 5 Desa Tanjungsari.
Bentuk kegiatan ini diawali oleh mengajak orang-orang untuk berpartisipasi dengan menyalurkan buku cerita anak bekas maupun uang yang nantinya akan dibelikan buku cerita anak. Kemudian buku yang berhasil dikumpulkan maupun dibeli, akan menjadi motivasi anak-anak desa Tanjungsari untuk menguatkan literasi mereka.
"Kami terkendala dana untuk membeli buku cerita anak. Namun alhamdulillah ada beberapa donatur yang membantu kelancaran kegiatan ini" ujar salah satu mahasiswa KKN UNNES GIAT 5 Desa Tanjungsari lainnya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H