"Arsitektur tropis juga mengutamakan penggunaan material alami seperti kayu, bambu, batu alam, atap sirap ataupun rumbia. Semua itu dilakukan agar dapat menyerap panas dan tidak meneruskannya lagi ke dalam ruangan."
Arsitektur tradisional Indonesia dikenal akan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan di mana bangunan itu berada, termasuk beradaptasi dengan iklim tropis. Sirkulasi dan penerangan alami menjadi ciri khas dari bangunan tradisional.
Material yang digunakan juga diambil dari alam. Di beberapa rumah tradisional ada yang dibuat rumah panggung untuk meningkatkan aliran udara di bawahnya.
Dari sini sebenarnya kita sudah dapat belajar dari bangunan tradisional Indonesia yang sudah ada, hanya menyesuaikan dengan kondisi sekarang.
ARSITEKTUR TROPIS
Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa arsitektur tradisional Indonesia sudah teruji terhadap iklim tropis, yang identik dengan cuaca panas. Sekarang, apa itu arsitektur tropis?
Arsitektur tropis merupakan pendekatan dalam arsitektur yang mengutamakan unsur-unsur alam seperti cahaya matahari, angin dan air untuk mengurangi panas.
Di dalam rumah kita memang membutuhkan sinar matahari. Yang kita butuhkan adalah cahaya matahari untuk penerangan alami, tetapi kita menghindari panas yang dihasilkan.
Bahkan ada yang bilang secara sederhana, arsitektur tropis identik dengan arsitektur bayang-bayang". Kita cenderung suka berada di area bayang-bayang" untuk berteduh karena kita tidak ingin ada paparan matahari secara langsung.
Selain itu, arsitektur tropis juga mengutamakan penggunaan material alami seperti kayu, bambu, batu alam, atap sirap ataupun rumbia.
Semua ini dilakukan agar dapat menyerap panas dan tidak meneruskannya lagi ke dalam ruangan. Dan saya rasa, penerapan prinsip-prinsip arsitektur tropis terutama untuk negara Indonesia masih cukup relevan sampai saat ini.