Lihat ke Halaman Asli

Misteri Jenderal Iblis Koridor Dua

Diperbarui: 18 Juni 2015   02:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

puisi transjakarta

[caption id="" align="alignnone" width="386" caption="puisi transjakarta"][/caption] Berawal dari koridor satu Dari halte stasiun kota sampai terminal blok M berhenti disitu Sekarang sudah nambah banyak koridor dan akan terus berkembang selalu Dengan logo warna armada bermacam-macam dari merah, hijau sampai ungu Membuat transportasi Jakarta makin maju Meski begitu TransJakarta masih banyak kekurangan Udah nunggunya kadang kelamaan Pada jam-jam sibuk kondisi di dalam bus ataupun di shelter terjadi penumpukan Para penumpang berhimpit-himpit mencari ruang seperti pepes ikan Tentu kalau sudah begini bukan jadi hal yang nyaman Belum kalau ada yang hobi pelecehan Suasana yang mendukung pas untuk menggesek-gesek alat kelamin pada sang korban Korban menjerit ketika mengetahui apa yang telah terjadi setelah merasa ada yang basah meski ga turun hujan Lengket-lengket pun terasa di belakang badan Pelaku segera saja diseret ke kepolisian Berikut barang bukti yang terkena cairan Ada juga yang hobi nunjunkin alat vital Entah apa maksudnya pamer alat kelamin di tengah-tengah keramaian total Mungkin mereka pikir ini lagi pameran atau lagi eksebisi tunggal Yang ketangkep ada yang bilang lupa tutup resleting, ataupun itunya keluar sendiri, memang sungguh janggal Kalau bilang dikeluarin soalnya mau digaruk karena gatal Mungkin polisi masih percaya karena itu hampir-hampir masuk akal Meski apapun alasannya ruangan tahanan yang udah disediakan ga mungkin batal Harusnya hukuman untuk para pelaku yang hobi begini harus sedikit keras Pamerin burung di publik dan gesek-gesek alat kelamin harus ditindak tegas Dipotong atau dikebiri mungkin jadi solusi pas Secara kalau hanya ditahan, saat keluar si pelaku bakal kembali berbuat yang lebih gak waras Makanya di potong biar si burung ga bisa terbang bebas Ibarat mencabut rumput harus sampai ke akarnya daripada hanya sekedar ditebas Model hukuman kaya gini cukup mengurangi populasi burung yang ganas TransJakarta memang agak egois Secara punya jalur sendiri yang membuat pengguna jalan lain merasa miris Macet tambah menjadi-jadi karena seperempat jalan dipakai jalur busway yang diberi separator yang tinggi sadis Sebenernya untuk mencegah tabrakan antara bus TransJakarta dengan mobil atau motor yang nyelonong dan berakhir tragis Kecelakaan memang berkurang tapi makin banyak mobil pribadi yang nyangkut di separator secara gratis Keadaan macet dan rasa iri membuat pengguna jalan lain memakai jalur busway yang mengundang abis Baik angkot, motor, ferrari, lamborghini, metromini, sampai para petugas yang berseragam necis Sterilisasi jalur busway harusnya menjadi prioritas agar peraturan tetap didalam garis Kadang tetap ada yang nekat nerobos, meski sekarang diberi portal palang pintu yang manis Tetap saja mereka memaksa membuka portal dengan penuh paksaan meski kadang tak digubris Ada yang mau rapat di Istana Negara, rapat DPR, sampai sakit jantung kritis Adapula yang ngaku anak Jenderal meski ga jelas juga jendral kancil apa jendral iblis ... See more: Foentry.com




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline