Setidaknya saya harus berterima kasih kepada Pak Presiden Joko Widodo atas libur hari ini, 1 Juni. Berkat beliau, yang menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) No. 4 Tahun 2016 yang menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila, pada akhirnya 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional mulai tahun 2017.
Sekali lagi, terima kasih, yah, Pak Presiden. Semoga saya jadi Direktur Utama. Huyyy...
Mari menikmati hari refleksi nasional dengan cara apa pun.
Anda hari ini menikmatinya dengan rebahan saja? Dasar tidak pancasilais. Saya yakin Anda tidak akan lolos uji Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Meski kita tahu, yang dinamakan ideologi (an sich) adalah satu sistematika pemikiran yang rigid, ketat. Katakanlah jika berkaitan dengan negara yaitu sebuah filsafat politik. Layaknya ideologi-ideologi besar dunia; komunisme, fasisme, liberalisme.
Misalnya dasar pendirian negara Prancis; liberte, egalite, fraternite. Namun apakah itu berarti bisa dikatakan sebuah ideologi? Uni Soviet mungkin jelas dikatakan sebagai negara yang membasiskan dasar negara pada ideologi. Atau Venezuela dan Kuba.
Bagaimana dengan Indonesia?
Tapi sudahlah. Jangan diperpanjang. Kita sedang dalam era "pengawasan".
Pancasila itu lahir dari serapan "pandangan dunia". Jika dipilah-pilah dengan detail, seluruh ideologi bisa masuk. Dari sila pertama sampai sila kelima.
Inilah kepintaran dari para pendiri bangsa. Bahwa pancasila adalah satu dasar negara yang terterima, baik itu dari "pinggir kanan" sampai "pinggir kiri".