Lihat ke Halaman Asli

Hari Pertama Sekolah di Kelas Satu SD

Diperbarui: 21 Juli 2016   12:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

oleh Fitria Osnela

Apa yang kamu rasakan pada hari pertama sekolah? Sebagai guru, tak urung saya merasa deg-degan, bahkan jauh sebelum hari pertama sekolah dimulai. Guru yang sudah berpengalaman menceritakan kepada saya bagaimana pengalamannya saat hari pertama sekolah dengan kondisi beberapa wali murid yang berdiri di pintu melongok ke dalam kelas, melihat anaknya dari jendela, dan bahkan ada wali murid yang duduk di dalam kelas menemani anaknya. Membayangkan itu saja sudah membuat stress rasanya.

Ini baru pertama kalinya bagi saya untuk mengajar di kelas satu. Semester sebelumnya, saya diberi amanah di kelas 4. Turun kelas bukan berarti bahwa kita tidak berkompeten. Apalagi mungkin adanya anggapan masyarakat awam dengan memandang sebelah mata guru yang mengajar di kelas rendah. Akan tetapi, berada di kelas yang lebih rendah membuktikan bahwa kita lebih memiliki potensi kesabaran tingkat tinggi untuk membimbing anak-anak yang bahkan barangkali belum mengenal angka dan huruf dan belum pas memegang pensil untuk menulis. Seringkali ekspektasi orangtua terhadap guru kelas 1 sangat tinggi, sebab jika di akhir tahun anak-anak belum mampu membaca dan menulis, orang pertama yang bertanggungjawab atas hal itu adalah guru kelas 1. Guru kelasnya dianggap gagal. Nah lho? Dan ini merupakan tantangan bagi saya.

Terlebih,  kelas 1 SD merupakan tahap peralihan anak dari Taman Kanak-Kanak. Saat berada di Taman Kanak-Kanak, anak mungkin lebih banyak bermain. Sedangkan di SD, anak sudah memiliki tanggung jawab belajar yang berbeda dengan di TK. Untuk itulah butuh kesabaran tingkat tinggi saat menghadapi anak kelas 1 SD yang notabenenya  masih senang bermain-main dan bernyanyi.

Nah, untuk menghadapi anak-anak kelas 1 pada hari pertama sekolah, jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan diri. Alhamdulillah, hari pertama sekolah saya di kelas satu sukses. Di bawah ini merupakan point penting yang ingin saya bagi untuk pembaca (yang barangkali membutuhkan) saat menghadapi hari pertama sekolah.

1. Persiapan mental yang matang

Ini yang paling utama. Bagaimana mungkin kita akan menghadapi anak ketika diri sendiri belum siap secara mental (Quote ini yang seringkali diucapkan pengawas kami disetiap pertemuan guru). Untuk menyiasati hal ini, saya katakan pada diri bahwa saya mampu. Dan saya usahakan untuk selalu berfikiran positif. Apalagi, anak-anak sangat peka terhadap perasaan orang dewasa. Dia akan segera tidak nyaman, bahkan ketika kita hanya memandang dengan kening berkerut. Energi negatif yang kita rasakan (mungkin rasa takut, grogi, atau cemas) akan sampai kepada anak. Sehingga yang terjadi adalah anak tidak mendengarkan kita, kelas menjadi tidak terkendali, dan fatalnya kita akan gagal memberikan kesan pertama.

Untuk itu, jauh-jauh hari saya mengenyampingkan pemikiran yang sedikit horror tentang wali murid yang menonton di jendela dan duduk menemani anak di dalam kelas. Karena ketika kita terus menerus memikirkan hal tersebut, yang akan terjadi adalah pemikiran yang menjadi “momok” dan malah membuat stress. Saya mengalihkan pikiran dengan membayangkan wajah-wajah lucu dan imut anak-anak yang akan datang nanti. Anak-anak yang  masih polos dan hanya akan melihat saya di depan kelas sebagai wali kelasnya. Pasti menyenangkan menghadapi anak-anak semacam itu.

Dan jangan lupa berdo’a! Do’a juga merupakan kunci agar persiapan mental kita matang. Pasrahkan segalanya kepada Tuhan. Mohon bimbingan Tuhan agar kita diberi kemudahan dalam menjalani hari pertama sekolah dan hari-hari selanjutnya.

2. Persiapan Kegiatan

Perlu kegiatan terencana agar hari pertama kita sukses. Kegiatan yang terencana membantu dalam memberi kesan pertama. Di sekolah saya, siswa baru kelas 1 pada hari pertama sekolah dijadwalkan pulang sama dengan anak lainnya yaitu sehabis sholat zuhur berjamaah (ini sedikit berbeda dengan sekolah lainnya yang menjadwalkan siswa baru kelas 1 hanya di sekolah sampai jam 10). Nah, saya harus benar-benar mempersiapkan dengan matang kegiatan apa yang akan saya berikan kepada anak-anak tersebut agar mereka tidak bosan berada di kelas saya nanti. Terlebih, tidak ada MOS khusus untuk kelas 1 baru ini. Kegiatan pada hari pertama sekolah benar-benar tanggung jawab wali kelas masing-masing. Dan target saya adalah saya memiliki kesan pertama yang menarik perhatian para lulusan TK tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline