Lihat ke Halaman Asli

It is Our Time

Diperbarui: 26 Juni 2015   01:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Oleh : Fitri A.B.*

Bagaimanapun, kita tidak bisa lepas dari masa lalu. Sebab, mau tidak mau, masa lalu adalah jalan yang telah kita lalui sebelum sampai pada detik ini.  Tidak ada yang lebih tahu bagaimana kita melewati masa lalu itu, selain kita sendiri dan Allah. Jika masa lalu itu adalah perjalanan yang mengesankan bagi kita sebab itu adalah masa-masa dimana kita menanam dan menyemai kebaikan, maka berbahagialah. Tapi jika masa lalu kita adalah kumpulan kenangan yang tidak ingin untuk dikenang lagi sebab penuh dengan catatan-catatan keburukan, bersedihlah tapi untuk sesaat saja.

Kalau kita pernah melukai atau mengecewakan banyak orang di masa lalu berpikirlah bagaimana menyenangkan atau

membahagiakan orang lain sejak detik ini. Jika di masa lalu kita sering lupa bersyukur pada Allah, kenapa tidak mencoba untuk selalu bersyukur padaNya sejak sekarang? Andai di masa lalu kita sering membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, sekarang adalah waktu kita untuk membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah.

Kematian adalah rahasia-Nya yang tidak akan kita ketahui kapan datangnya. Sebelum ia datang, jangan biarkan waktu yang ada melenakan kita. Setiap detik yang kita lalui,pada akhirnya akan berbicara pada-Nya, apa adanya tanpa basa-basi.

Kawan, sekarang adalah waktu kita merubah pribadi kita dari yang tidak baik menjadi baik. Tidak perlu repot untuk memulainya. Mulai dari yang paling mudah dan sederhana. Kalau kita melihat kawan kita kesusahan, jangan ragu untuk menolongnya. Jika kita punya waktu luang, jangan ragu untuk membaca Al-Qur’an atau hal bermanfaat

Jika kita punya banyak pulsa dan sms gratis, sempatkanlah untuk menelpon atau meng-sms saudara kita, meski hanya menanyakan kabarnya saja. Kalau kita punya sebatang cokelat atau sebuah jeruk, jangan lupa berbagi dengan orang yang ada di sebelah kita.

It is our time, merubah pribadi kita menjadi pribadi yang lebih baik dan full manfaat. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain? Dan bukankah Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala yang kita kerjakan?

(5 Muharram 1432 H, untuk mengingatkan diri sendiri khususnya.)

*Nama pena dari Fitri Amaliyah Batubara, S.Pd.I. Penulis bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP Sumut), menulis di beberapa media massa di kota Medan dan tulisan-tulisannya terangkum dalam beberapa buku Antologi.

telah dipublish di:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline