Lihat ke Halaman Asli

PT Bursadana Indonesia, Langkah Kecil Menuju Perusahaan Terbesar di Indonesia

Diperbarui: 14 Oktober 2015   08:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Banyaknya lembaga keuangan di Indonesia menyulitkan dan membingungkan konsumen dalam menentukan dan memilih produk keuangan terbaik. Butuh banyak waktu dan tenaga untuk mendapatkan produk keuangan terbaik.

Price and Asset Capital, sebuah grup perusahaan kecil yang memiliki beberapa anak usaha berusaha menjawab keadaan tersebut. Price and Asset Capital tengah menyiapkan PT Bursadana Indonesia untuk memasuki bisnis distribusi produk keuangan di Indonesia. Bursadana merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli jasa keuangan, baik corporate maupun perorangan yang ditargetkan hadir dengan dukungan 7500 kantor cabang.

“Bukan hanya pengembangan IT, kami juga fokus pada pengembangan SDM. Kami menyiapkan jalur transaksi, pemasaran dan layanan perbankan / lembaga keuangan, “ kata Widya T Harjono, President Director PT bursadana Indonesia dikantornya.

“Kami menerapkan sistem integrated branchless banking pertama bukan hanya di Indonesia tetapi juga didunia. Kayak ATM Bersama atau mungkin Tower Bersama, satu bisa digunakan untuk semua, “ kata Widya T Harjono menambahkan.

Ketika ditanya target, Widya T Harjono tidak mau berterus terang dan menjawab dengan sedikit bercanda. “Silahkan dihitung sendiri Mbak, kalau BRI membukukan penyaluran kredit Rp. 560 triliun di semester pertama tahun ini kira kira berapa target kami? BRI hanya memasarkan BRI, sedangkan di Bursadanadiharapkan semua bank ikut berperan memasarkan produknya disitu. Masalah kepemilikan kami tidak pelit kok, kami memberikan kesempatan kepada investor baik perorangan maupun perusahaan untuk ikut membangun Bursadana, “kata Widya T Harjono

Menurut Widya T Harjono, yang sekaligus menjadi President Director Price and Asset Capital, Bursadana Indonesia memasuki jasa distribusi layanan keuangan pada waktu yang tepat. Ketika OJK melaunching laku pandai, Bursadana menyempurnakan menjadi laku pandai terintegrasi.

Beliau juga menambahkan bahwa sebagai perusahaan penyedia laku pandai terintegrasi pertama di Indonesia dan di dunia, mereka hadir tanpa pesaing dengan nilai kapitalisasi ratusan triliun rupiah. “ Kembali kita bicara data, asset semua bank / lembaga keuangan berapa Mbak? Asset itulah yang bisa kami gerakkan di Bursadana Indonesia, “jawaban Widya T Harjono mengapa nilai Bursadana, sebuah perusahaan yang baru launching tetapi beliau mengatakan nilai valuasinya ratusan triliun.

Oke deh Pak Wid, selamat berkarya.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline