Lihat ke Halaman Asli

Asia Afrika

Diperbarui: 20 Juni 2024   12:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di sepanjang jalan penuh sejarah,
Jalan Asia Afrika terhampar megah.
Menyimpan jejak dari masa lalu,
Tentang pertemuan bangsa-bangsa penuh makna.

Langkah-langkah kaki yang pernah singgah,
Menyisakan cerita di setiap sudut.
Gedung-gedung tua berdiri kokoh,
Menjadi saksi bisu perjalanan waktu.

Di bawah langit Bandung yang cerah,
Kenangan melayang dalam angin yang sejuk.
Senyum dan tawa terdengar samar,
Membawa kembali masa-masa yang hilang.

Tepi jalan yang berhiaskan lampu,
Mengiringi langkah-langkah nostalgia.
Setiap batu, setiap trotoar,
Mengisahkan sejarah yang tak pernah usang.

Suara kendaraan berlalu lalang,
Menyatu dalam symfoni kehidupan kota.
Di sini, di tempat ini,
Berpadu kisah cinta dan perjuangan.

Saat malam tiba dengan gemerlap,
Lampu-lampu kota memancarkan pesona.
Bayang-bayang masa silam muncul kembali,
Dalam cahaya yang menghangatkan hati.

Setiap sudut membawa ingatan,
Pada peristiwa yang menggugah jiwa.
Pertemuan-pertemuan bersejarah,
Di bawah langit Asia Afrika yang penuh makna.

Nostalgia di Jalan Asia Afrika,
Adalah perjalanan melintasi waktu.
Menyelami kedalaman sejarah dan cinta,
Dalam harmoni yang abadi dan penuh rasa.

Di sini, kita mengenang bersama,
Setiap detik yang pernah tercipta.
Jalan ini menjadi penghubung,
Antara masa lalu, kini, dan masa depan.

Dan ketika kita melangkah pergi,
Kenangan tetap terpatri di hati.
Jalan Asia Afrika yang penuh cerita,
Mengajarkan kita arti dari sebuah perjalanan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline