Koper ketujuh
Ibu tua mendorong pelan
Benarkah ini koper ketujuh
Air matanya jatuh
Koper terakhir dari anak bontot
Alangkah sulit menjadi seorang ibu
Mengantar koper-koper ini pergi
Mencari rumahnya sendiri
Sebanyak apa pun anak
Rumah tua tetap ditinggalkan
Telah tertinggal tawa-tawa masa kecil riang memenuhi ruang
Terngiang tangis berebut mainan
Kini, ruang-ruang itu telah kosong berdebu
Lengang, meninggalkan kenang
Hanya perempuan tua menatap sepi bayang masa silam
Keluarga baru menanti
Menunggu koper-koper berlabuh
Puas telah mengantar sukses
Sempurna memberi kasih sayang
Bukankah, malaikat tanpa sayap adalah seorang ibu
Mencintai tanpa syarat
Baiklah, kuhantarkan koper terakhir ini
Menjadi ibu terbaik, walau meranggas sunyi di ujung jalan
SungePnoh, 5 November 2022
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H