Lihat ke Halaman Asli

Mie Instan Naik Kelas

Diperbarui: 18 Desember 2015   17:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

pict by : google

 

Siapa yang tak kenal dengan mie? rasanya, hampir semua orang mengkonsumsi dan tahu bagaimana rasa dari mie, terutama mie instan yang sekarang sudah banyak dijual. Cara penyajiannya yang mudah dan harga yang masih terjangkau, membuat orang-orang banyak mengkonsumsi makanan ini. 

Seiring berkembangnya dan banyaknya variasi makanan pada mie instan saat ini, kalau dulu kita lebih banyak mengkonsumsi mie instan dirumah atau di warung-warung kecil pinggir jalan saja, tetapi sekarang kita bisa menemukan dan menikmati mie instan di kafe-kafe dengan suasana yang berbeda dan lebih kekinian (modern) untuk bisa menikmati semangkuk mie tersebut. Dan mie instan sekarang sudah banyak dijual dengan rasa dan topping yang beragam. Jika awalnya mie instan dinikmati dengan tambahan telur, ayam, dan dengan sayur saja, sekarang banyak dijual dengan tambahan seperti keju, kornet, bahkan ada yang menambahkan susu sebagai kuahnya.

Harga untuk satu porsi mie instan di warung-warung kecil berkisar Rp 4.000-Rp 7.000, hanya dengan tambahan telur dan sayur. Sedangkan di kafe-kafe harga satu porsi mie instan berkisar Rp 9.000-Rp25.000 dengan banyak variant rasa dan beraneka ragam topping. 

Tanpa kita sadari, mie instan sudah banyak dikonsumsi menjadi makanan favorit, tidak hanya di warung-warung kecil, tapi di beberapa kafe. Tetapi kepopuleran mie instan ini tidak terlepas dari sosial media yang menjadi saluran dalam memperkenalkan makanan yang sedang banyak dikonsumsi banyak orang. Melalui media massa, para pengguna media massa itu memfoto dan memposting bentuk dari mie instan tersebut dan akhrinya makanan tersebut banyak dikenal orang. 

Fenomena diatas dalam teori ilmu komunikasi bisa dikatakan dengan teori komunikasi interpersonal dan komunikasi massa, karena interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menganggap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Sedangkan komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa baik cetak ataupun elektronik (Sumber: Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Dedy Mulyana). Jadi keterkaitan fenomena diatas dengan komunikasi interpersonal dan massa, kita bisa mengetahui hal itu karena adanya kedua komunikasi tersebut, baik melalui komunikasi langsung dengan orang-orang, maupun sosial media. 

 

 

 




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline