Lihat ke Halaman Asli

Farid Arif

Freelance

Terima Kasih Tanpa Batas, SDIT Insan Kamil Labuha Halmahera Selatan

Diperbarui: 11 Juni 2022   10:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok SDIT Insan Kamil Labuha

Tulisan ini sedikit berbeda dengan tulisan saya sebelumnya di kolom Kompasiana, sebab keinginan saya untuk mengucapkan terima kasih rasanya belum cukup untuk mengungukapkan apreasiasi tertinggi buat guru-guru SDIT Insan Kamil yang begitu besar mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mendidik, mengajarkan semua siswa/i dari kelas 1 hingga kelas 6 tak kenal lelah sedikkitpun.

Selalu mengedepankan keihlasan sekaligus merelakan diri menjadi orang tua asuh dari jam 07 sampai jam 15.30, meskipun telah menjadi profesi yang rutin dilakukan setiap hari, tetapi profesi yang satu ini tidak bisa disamakan dengan profesi-profesi lainnya.

Ibarat kita sedang berada disebuah ruang yang gelap gulita, tak mampu melihat bahkan sebuah firasatpun sulit menerjemahkan kodisi seperti itu, maka kehadiran seorang guru dengan penuh semangat memuka pintu dan jendela sehingga kita mampu melihat ruangan beserta isinya yang beragam dan menatap indahnya dunia melalui sebuah jendela kecil yang telah terbuka lebar.

Diluar sana telah tersedia pemandangan indah yang kelak akan menjadi ladang perebutan manusia-manusia baru yang ingin mengeksplor ilmu pengetahuan.

Ilustrasi ini memberikan gambaran dipikiran kita bahwa betapa berjasanya para guru-guru yang kadang sebagian orang memiliki persepsi bahwa menjadi seorang guru adalah sebuah profesi yang biasa saja tanpa memberikan predikat istimewa. Meskipun yang menjalani profesi guru tak mengharapkan diistimewakan sebab pengabdian yang sesungguhnya adalah mengantarkan anak didiknya menjadi manusia yang dapat berguna bagi orang lain.

Kehadiran SDIT Insan Kamil Labuha memberikan impact dan manfaat yang besar bagi perkembangan pendidikan di kabupaten yang terletak di selatan pulau Halmahera, sebuah pendidikan yang mengedepankan konsep Islami ini hadir mewarnai dunia pendidikan di provinsi Maluku Utara.

Kehadirannya seakan mampu menjawab keresahan dan kegelisahan para orang tua yang menginginkan anaknya bisa mengenyam pendidikan Islam secara terpadu meskipun tidak sedang berada di sebuah Pesantren.

Insan Kamil Labuha hadir dan berusaha menjawab semua harapan publik Halmahera Selatan, dari tahun ke tahun terus berbenah menjadikan SDIT Insan Kamil sebagai tempat penggodokan para generasi Z/Gen Z ini yang mulai mengenal dunia, saat ini dan akan datang adalah sebuah jaman yang cenderung ekstrim bila di bandingkan dengan era sebelumnya, karena derasnya gempuran teknologi informasi dan komunikasi mampu menggiring seseorang dapat berbuat yang tak semestinya dilakukan.

Oleh karena itu pendidikan agama sangat berperan penting dalam tumbuh kembang seorang anak, mungkin salah satu solusinya adalah memberikan pendidikan yang seimbang antara pengetahuan umum dan pendalaman ilmu agama yang tepat demi menjalani proses kedepan dengan era penuh kompetisi.

 Siswi SDIT Insan Kamil Labuha

Acara wisuda bagi kelas 6 SDIT Insan Kamil beberapa waktu lalu membuka cakrawala saya meskipun hanya bisa menyaksikan melalui media sosial, secara pribadi bahwa iven ini memberikan manfaat dan memiliki efek ganda bagi orang tua yang anaknya diwisuda pada hari itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline