Lihat ke Halaman Asli

Adinda Faradina

Mahasiswi Semester 5 UIN Malang

Masjid Bungkuk, Saksi Penyebaran Agama Islam di Malang

Diperbarui: 28 September 2023   23:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen Pribadi, Bagian Depan Masjid Bungkuk

Dokumen Pribadi, Bagian Depan Masjid Bungkuk

Dokumen Pribadi, Bagian Depan Masjid Bungkuk

Malang memiliki beberapa peninggalan Islam yang menjadi bukti sejarah penyebaran agamanya. Salah satunya adalah Masjid Bungkuk. Masjid Bungkuk, yang juga dikenal sebagai Masjid At-Thohiriyah adalah salah satu masjid tertua di Malang. Masjid ini terletak di Jalan Bungkuk, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Masjid Bungkuk di bangun pada abad ke-18 oleh KH Hamimuddin atau Mbah Bungkuk, yaitu seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang merupakan tokoh perjuangan agama Islam di Pulau Jawa. Masjid ini juga menjadi salah satu masjid pertama yang didirikan di Malang Raya. Masjid Bungkuk menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam khususnya di Malang Utara oleh Kyai Hamimuddin. Beliau mulai menyebarkan Islam di wilayah Singosari yang masih berupa hutan belantara. Kebanyakan pengikutnya yakni masyarakat Hindu yang pindah ke Islam.

Dokumen Pribadi, Bedug Masjid Bungkuk

Nama "bungkuk" sendiri berasal dari sejarah yang menyertainya. Konon, pada masa itu masyarakat belum mengenal istilah rukuk dan sujud, sehingga rukuk dan sujud disebut sebagai "bungkuk". Tampilan masjid ini mirip dengan arsitektur Islam lainnya, namun tingginya membuatnya mudah terlihat di antara rumah-rumah di sekitarnya. Konsep masjid yang sederhana namun indah menjadikannya tempat yang nyaman untuk dikunjungi siapa pun.

 Dokumen Pribadi, Empat Pilar Masjid Bungkuk

Masjid ini telah beberapa kali renovasi karena usianya, namun empat pilar utama setinggi lima meter dengan ukiran ayat kursi serta bentuknya yang melengkung unik masih tetap dipertahankan sebagai bagian dari konstruksi asli masjid sejak awal pembangunannya. Masjid ini menjadi peninggalan sejarah sekaligus jejak penyebaran ajaran Islam di Malang Raya. 

KH Moensif Nachrowi yang merupakan pengurus masjid menjelaskan bahwa masjid ini pada awalnya dibangun sebagai langgar (mushola) di tengah hutan belantara sebagai tempat ibadah masyarakat setempat. Namun seiring berjalannya waktu jamaah yang datang bertambah pesat yang menyebabkan mengalami perluasan menjadi masjid untuk menampung lebih banyak jamaah.

Dokumen Pribadi, Makam Mbah Bungkuk

Masjid ini masih digunakan untuk salat sehari-hari dan kegiatan keagamaan lainnya, dan juga berfungsi sebagai pusat pendidikan Islam, termasuk pesantren. Masjid ini juga menjadi tempat dimakamkannya Mbah Bungkuk yang sampai saat ini tidak pernah sepi peziarah yang datang. Selain itu juga terdapat makam keluarga dari Mbah Bungkuk serta makam dari KH Nachrowi Thohir. Hingga saat ini, Masjid Bungkuk menjadi salah satu tujuan wisata populer di Malang.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline