Lihat ke Halaman Asli

Fandy Ahmad Salim

Lahir tahun 2003 dan selalu berusaha menggarap apa saja. Mulai dari tulisan, karya grafis, sampai usaha.

Puisi | Wiji: Yang Lantang dan Yang Hilang

Diperbarui: 25 September 2019   20:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Google dan Dokpri.

Oleh: Fandy Ahmad Salim

Teruntuk Wiji Thukul,

di manapun, bagaimanapun

I

Di sela-sela gang gelita

dan dinding beku kota Solo,

Saya bertemu Wiji saat ia

nyeruput kopi sambil ngobarkan rokok

Isapannya dalam, nir-resah.

Mumpung tidak ada tentara ngejar

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline