Lihat ke Halaman Asli

Fajar Mahdi

typing.......

Senyum Mbak Puan di Angkringan Pak Karmin

Diperbarui: 28 September 2022   17:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok fajar.co

Mbak Puan hari ini jadi sorotan. Videonya bagi-bagi kaos di pasar daerah Jawa Barat viral dan jadi bahan pergunjingan.

Padahal baru kali itu lho mbak Puan nggak tersenyum. Biasanya dia selalu tampil manis, dengan senyuman yang tersungging di bibirnya yang tipis. Lihat saja di baliho-baliho yang ada di jalanan. Ada senyum manis dari mbak Puan. Atau lihat saat dia dielu-elukan oleh sekelompok elit PDIP sebagai capres idaman. Senyumnya lebar bak perawan yang akan dipinang.

Saya heran dengan bangsa ini. Masalah senyum saja kok dipersoalkan. Dibesar-besarkan. Katanya nggak ramah lah, mbak Puan jutek lah, nggak merakyat lah, judes lah. Bla bla bla. Dan yang paling parah, karanya nggak pantas jadi presiden.

Wah..wah wah...kalau ini sih sudah kebablasan. Masa gara-gara senyuman, mbak Puan langsung dikerdilkan. Dia cuma tidak tersenyum, itu saja!

Itu isi obrolan saya dengan seorang kawan sambil ngopi, tadi malam. Kawan saya itu, memang fans garis keras mbak Puan. Ia jadi uring-uringan, saat idolanya itu dicibir habis-habisan. Kopi panas yang baru diseduh pak Karmin, pedagang angkringan langganan kami langsung ia tenggak habis.

Saya hanya tersenyum saja. Paling besok ia mengeluh lidahnya panas bak terbakar bara.

"Sabar bro, biasa dalam politik itu ya kaya gitu. Salah dikit saja bakal jadi sesuatu yang besar," kata saya sambil menggigit sate kikil pedas buatan pak Karmin.

Teman saya itu tetap saja tak terima. Menurutnya, kerja keras dan prestasi mbak Puan selama bertahun-tahun langsung hangus hanya gara-gara ia nggak tersenyum.

Batin saya, kerja keras apa ya? Prestasi apa ya? Matiin mic? Cuma saya nggak berani ngomong ke dia. Takut air panas di ketel pak Karmin ia tenggak habis saking marahnya.

Tapi saya mencoba mengajaknya diskusi soal hal sederhana. Soal senyum dalam budaya bangsa Indonesia. Saya katakan, senyum itu memang bukanlah sesuatu yang besar. Tapi senyum punya makna kuat dalam tradisi masyarakat.

Senyum melambangkan kebahagiaan. Senyum juga bagian dari ibadah. Orang yang sumeh, banyak tersenyum biasanya dilabeli orang yang ceria. Dan biasanya, apalagi di Indonesia. Orang yang selalu tersenyum ramah ketika bertemu seseorang, akan lebih disukai daripada yang garang atau jutek.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline