Lihat ke Halaman Asli

Katakan Perang Terhadap Pelaku Illegal Fishing

Diperbarui: 28 Februari 2017   22:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki luas perairan begitu besar, menjadikan Indonesia sebagai lahan potensial sektor kelautan dan perikanan.

Dengan luas perairan sekitar 3.257.483 km2 (belum perairan Zona Ekonomi Eksklusif [ZEE]), dengan garis pantai mencapai 81.497 km2 yang merupakan garis pantai terpanjang di dunia. Jika ditambah dengan ZEE, maka luas perairan Indonesia mencapai sekitar 7,9 juta km2, atau 81 persen dari luas keseluruhan (Sumeber: yahoo answer).

Dengan begitu, menandakan bahwa Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia, sangat berpotensi menghasilkan perikanan yang sangat besar. Menjadi maklum jika wilayah perairan Indonesia selalu di “ganggu” oleh pelaku Illegal Fishing, yang selama ini nyaman dengan kekurang mampuan Indonesai dalam mengawasi kawasan maritimnya.

Namun, dalam menjaga kedaulatan negara, akhir-akhir ini Indonesia sangat gencar melakukan pengawasan sektor maritim untuk menindak tegas para pelaku Illegal Fishing tadi.

Tidak segampang negara maju memang dalam penanganannya, akan tetapi, Indonesia sudah mulai membuktikan kesadarannya, bahwa potensi perairan Indonesai jika dikelola dengan baik akan membawa keuntungan yang luar biasa besar bagi bangsa dan negara ini.

Katakan Perang!

Kebijakan Susi Pujiastuti, sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menyatakan “perang” terhadap para pelaku Illegal Fishing merupakan langkah konkret pemerintah dalam melindungi nelayan dan menjaga kedaulatan negeri ini.

Apresiasi terhadap keseriusan pemerintah dalam menindak pencurian ikan oleh nelayan asing, merupakan langkah berani yang ditunjukkan demi melindungi nelayan dari gangguan pelaku pencurian. Selain itu, kedaulatan negeri ini juga ikut terselamatkan dengan adanya penindakan secara tegas yang dilakukan.

Tren positif yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga maritim negeri ini dari para pencuri ikan juga harus diimbangi dengan langkah nyata pemerintah dalam menjaga batas-batas perairan.

Indonesia sudah harus fokus pada persiapan kapal-kapal penjaga perairan yang siap respon apabila ada kapal asing melanggar batas perairan dan masuk tanpa izin.

Insiden penangkapan kapal pelaku Illegal Fishing yang terjadi Minggu, 20 Maret 2016 kemarin, menandakan jika Indonesia masih belum mampu menghalau dan menindak secara tegas pelaku pelanggaran batas maritim, namun sangat dimaklumi, karena memang menurut kabar, Indonesia kalah secara ukuran kapal yang bertugas sebagai penindakan dibandingkan dengan kapal petugas perairan asing yang memberikan perlindungan terhadap pelaku Illegal Fishing.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline