Lihat ke Halaman Asli

Biarkan Saja Mata Ini...

Diperbarui: 26 Juni 2015   13:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

[caption id="attachment_259516" align="alignleft" width="226" caption="Ilustrasi mata. (Ist)"][/caption] Biarkanlah indera itu terpejam. Biarkanlah rambut lentik itu mengusap ujung mata terluar. Pejamkanlah dan terawanglah ke alam “sana” apa yang hendak kau rasakan dan bayangkan untuk meraihnya. Biarkanlah mata ini berkata tenang “dosa”. Biarkanlah mata ini berkata tentang “cinta”. Biarkanlah mata ini bicara masa depan. Biarkan saja mata ini menembus tabu yang selalu menghalangi. Biarkalah mata ini dilatih berfikir. Biarkanlah mata ini jujur tentang warna merah itu. Biarkanlah mata ini berkata tentang awan. Biarkanlah mata terus bersenang-senang. Biarkanlah mata ini merasakan gelap. Biarkanlah mata ini membawamu ke ruang tanpa batas. Biarkanlah mata ini membantu inderamu yang lain bergerak. Biarkanlah mata ini merdeka. Biarkan saja mata ini letih. Biarkan saja mata ini meluap-luap. Biarkan saja mata ini terus merasakan kehampaan hidup. Biarkanlah mata ini menikmati duniawinya. Sudah takdirnya mata ini seperti itu. Janganlah kau halangi mata ini untuk tidak berkedip lagi, selamanya.##




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline