Lihat ke Halaman Asli

Ini Lebih Memalukan Daripada Video Mesum

Diperbarui: 26 Juni 2015   15:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Ribut-ribut soal moralitas dan hal-hal tabu urusan privat seseorang telah membutakan mata kita semua terhadap keadaan di sekeliling. Seorang perempuan penumpang Pelni dari Jakarta menuju Kupang bernama Evi Yuliani (24 tahun) beralamat di Kupang, NTT seperti diberitakan Harian Tribun-Timur saat ini terlantar di RS Jala Ammari milik TNI Angkatan Laut.

Evi Yuliani masih 'dirawat' di Ruang Nipas pada RS milik tentara tersebut setelah melahirkan secara caesar, namun bayinya tidak tertolong karena telat ditangani. Setelah kehilangan bayi-nya, perempuan malang ini juga kehilangan kebebasannya karena masih disandera oleh pihak rumah sakit yang biaya operasionalnya diambil dari uang negara dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat tersebut.

Tidak ada yang peduli dan mau bertanggung jawab, termasuk PT. Pelni. Besar kemungkinan Evi mengalami kontraksi saat masih berada di kapal milik Pelni tersebut dan setelah kapal merapat, dia segera dilarikan ke RS TNI AL tersebut karena berada paling dekat dari Pelabuhan Makassar.

Untuk kasus-kasus penyanderaan pasien seperti ini, ternyata bukan cuma RS swasta yang berlaku biadab dan kapitalis dengan mengutamakan biaya perawatan dan mengabaikan sisi kemanusiaan, tapi rumah sakit militer yang dibiayai negara pun menggunakan cara-cara sandera seperti itu.

Masih adakah rasa malu bagi kita, bagi Wapres Boediono yang juga mengomentari video (mirip) artis, dan terkhusus bagi Menteri Kesehatan & juga Panglima TNI.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline