Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membuat malu satu DPRD karena ngotot untuk tetap membahas interpelasi Formula E walaupun rapat tidak kuorum.
Sesuai Undang-undang rapat interpelasi bisa dilanjutkan kalau 50% tambah satu anggota DPRD menghadiri.
Saat rapat mau ditutup oleh Ketua DPRD DKI, anggota dewan Fraksi PDIP Tina Toon minta rapat jangan langsung ditutup.
"Ketua jangan langsung ditutup, tolong beri kesempatan," kata Agustina H. alias Tina Toon.
Kengototan Tina Ton ini (atau Ketidak mengertinya) langsung jadi bahan tertawaan orang banyak.
Memangnya DPRD DKI Jakarta itu punya nenek tina ton ya?
"Memperlihatkan kebotolannya," timpal yang lain.
Sebelumnya kita ketahui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Soladiritas Indonesia sangat ngotot atau menjadi motor untuk terselenggaranya interpelasi. Walaupun cara ini tidak disetujui Ke-Tujuh Partai lain tetapi PDIP dan PSI mencoba memanipulasi Surat undangan.
Rencana rapat Bamus dalam agenda rapat, ternyata ada rapat interpelasi.
Informasi terbaru Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Mursadi resmi dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) oleh tujuh fraksi DPRD DKI termasuk pimpinan dewan, terkait undangan Bamus dan Paripurna ilegal tersebut.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H