(UMKM) merupakan usaha kecil.mikro dan menengah yang dapat memainkan peran penting dalam perekonomian, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Saat ini jumlah UMKM Indonesia. Menurut data kementrian koperasi dan UKM berjumlah lebh dari 65 juta dan ini memberi kontribusi yang signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, daya saing UMKM seringkali tertinggal dibandingkan dengan perusahaan besar karena berbagai tantangan yang dihadapi, terutama dalam aspek manajemen produksi dan pengendalian biaya.
Melihat tantangan yang dihadapi UMKM. Kami dari akademisi yang tergabung dalam kegiatan PKM Kolaborasi dari Universitas Bhayangkara Jaya yang diwakili oleh Elia Rossa, S.E., M.Si., Ak., CA dan Dr. Gilbert Rely SH. SE, Ak., M.Ak. MBA, Universitas Mercubuana yang diwakili oleh Muhammad Laras Widyanto, SE,MM, Universitas Borobudur diwakili oleh Dr.Jooner Rambe, SE.MM. dan Universitas Jayabaya yang diwakili oleh Drs. Amrul Natalsa S, M.Si. serta dosen dari Universitas Riau Ir. Eliza. M.Si. memberi pencerahan pada UMKM Desa Cipambuan, Bogor dibawah binaan KISUCI ( Komunitas Iklim Sungai Cikeas) .
Pencerahan yang diberikan merupa penyuluhan tentang Manajemen Produksi dan perhitungan harga pokok produksi yang disampaikan oleh Elia Rossa, S.E., M.Si., Ak., CA . Materi ini diberikan karena salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM adalah efisiensi dalam manajemen produksi. Manajemen produksi yang kurang optimal dapat menyebabkan pemborosan sumber daya, waktu, dan biaya, sehingga menurunkan kemampuan UMKM untuk menawarkan produk dengan harga yang kompetitif. Selain itu, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang kurang akurat sering kali menjadi hambatan besar bagi UMKM dalam menentukan harga jual yang sesuai. Kesalahan dalam perhitungan ini dapat menyebabkan harga produk yang terlalu rendah dan merugikan bisnis, atau sebaliknya, terlalu tinggi sehingga tidak kompetitif di pasar.
Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini selain penyuluhuan juga dilakukan diskusi kelompok agar lebih jelas permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Desa Cipambuan.
Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar, peserta antusias dalam mengikuti nya. Hal ini jelas terlihah bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakt ini dapat memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola usahanya secara lebih efektif.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H