Lihat ke Halaman Asli

Erlina Annisa

Mahasiswa

Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Generasi Milenial

Diperbarui: 1 Mei 2024   18:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber : Rsi Islam Bogor

Di zaman Modern ini, penggunaan media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi milenial. Fenomena ini membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk interaksi sosial. kehadiran media sosial memberikan platform yang memungkinkan individu untuk terhubung, berbagi informasi, dan berkomunikasi dengan cepat. Namun, seiring dengan perkembangan tersebut, muncul pertanyaan kritis tentang dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis, terutama dalam konteks kecemasan sosial. 

Kecanduan media sosial juga menjadi salah satu gangguan pengguna dalam menggunakan media sosial secara berlebihan dan mengarah kepada kecenderungan untuk terus menerus menggunakan media sosial. Media sosial atau dikenal sebagai situs jejaring sosial, memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat membentuk ikatan sosial secara virtual, selain itu juga dapat mempresentasikan dirinya melalui media
sosial. 

Berdasarkan data dari hasil riset We Are Social, sebuah lembaga riset media sosial dari Inggris bersama Hootsuite yang dirilis Januari 2019 menunjukkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta orang dari total populasi sebesar 268,2 juta jiwa.

Sementara penggunaan media sosial melalui gadget (handphone) sebesar 130 juta atau sekitar 48 persen dari populasi yang ada. Hal ini menunjukkan betapa besarnya penggunaan media sosial dikalangan masyarakat. Riset ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial didominasi oleh pria daripada pengguna wanita. Pengguna pria 18-24 tahun mendominasi sebesar 18 persen dibanding wanita sebesar 15 persen. Sementara untuk usia 25-34 tahun, pria
tetap mendominasi dengan 19 persen dan wanita 14 persen dari total pengguna.

Selain itu, dari jumlah kepemilikan handphone (HP) yang dapat mengakses informasi juga berjumlah cukup besar. Presentase pemuda yang memiliki HP sebesar 93,02 persen. Penggunaan HP tertinggi di usia 19-24 tahun yaitu antara 89,51 dan 94,22 persen. Usia 25-30
tahun sebesar 86,78 persen dan pemuda usia 16-18 tahun sebesar 84,85 persen dan 91,55 persen. Sebuah angka penggunaan yang cukup besar belum lagi penggunaan dibawah usia 16 tahun ke bawah maupun usia di atas 30 tahun yang menurut beberapa kalangan masih
digolongkan anak muda milenial.


Oleh karena itu, Penggunaan media sosial dapat berkontribusi terhadap pencegahan tingkat kecemasan sosial pada generasi milenial. Gangguan kecemasan sosial dapat menyebabkan remaja enggan berinteraksi di dunia nyata karena lebih menyenangkan berinteraksi dengan teman online. Interaksi sosial Virtual dan kecemasan sosial dapat menjadi Indikator kecanduan media sosial dan gadget pada remaja. Adanya Konseling kognitif behavioral digunakan untuk menurunkan kecemasan interaksi sosial pada remaja dan penggunaan media sosial perlu dikelola dengan bijak untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap kecemasan sosial dan keterampilan sosial generasi milenial sekarang ini.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline