Lihat ke Halaman Asli

Erfransdo

Journalist, Traveler

6 Kosakata dalam Bahasa Sunda yang Digunakan untuk Menyebut Anak

Diperbarui: 1 Agustus 2024   13:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak (Unsplash/Mahmur Marganti)

Bahasa Sunda memiliki banyak tingkatan kata yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ada yang halus (lemes), netral (loma), sampai yang kasar. Banyaknya kosakata dalam bahasa Sunda juga tidak jarang membuat orang Sunda asli kebingungan sendiri dalam memakainya.

Beberapa waktu lalu saya sudah membagikan panduan menggunakan bahasa Sunda dalam kegiatan makan dalam bahasa lemas sampai kasar. Kali ini saya ingin membahas tentang sebutan anak di dalam bahasa Sunda. Kata anak dalam bahasa Sunda juga mempunyai ragam bahasa yang bisa dipakai dalam situasi dan kondisi tertentu.

#1 Anaking

Anaking memiliki arti anakku atau anak saya. Kata anaking ini biasanya digunakan oleh orang tua yang sedang membicarakan anaknya kepada orang yang ada di sekitarnya. Kata anaking ini bisa digunakan saat si anak berada dengan orang tuanya atau juga sedang berada di tempat lain.

Anaking termasuk ke dalam bahasa Sunda loma atau yang cukup umum digunakan dalam menyebut anak. Meskipun demikian, kata anaking ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata anaking terdapat dalam peribahasa Sunda seperti, "Jalu anaking! Kad omat hirup ulah kamalinaan teuing!" (Anakku, hidup itu jangan terlalu berlebihan!").

#2 Budak

Kata budak di zaman penjajahan mungkin akan terdengar rendah, namun dalam bahasa Sunda budak memiliki arti anak. Kata budak termasuk dalam bahasa yang sering digunakan masyarakat Sunda untuk menyebut anak alias masuk ke dalam bahasa loma (sedang/netral). Budak di sini biasanya diperuntukkan untuk anak-anak yang masih sekolah.

Contoh kalimat yang bisa digunakan dengan kata budak yaitu, "ta budak, meuni ku bangor-bangor teuing. Bjakeun siah ka indung manh!" (Dasar anak nakal, saya bilangin, loh, ke mamah kamu!). Kata budak juga bisa digunakan untuk menanyakan kepada kawan sudah punya anak berapa.

#3 Murangkalih

Murangkalih merupakan bahasa Sunda yang tergolong lebih halus. Selain itu, murangkalih juga diperuntukkan untuk anak yang umurnya jauh lebih muda dari kata budak. Biasanya murangkalih merupakan anak-anak yang usianya masih di bawah lima tahun alias balita. Kata murangkalih biasa digunakan oleh ibu-ibu saat menanyakan perihal anak kepada lawan bicaranya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline