Lihat ke Halaman Asli

Tugas Pasca Geladi 23 Oktober 2022

Diperbarui: 25 Oktober 2022   13:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

             Pada proses pertama geladi Hominisasi, yaitu di hari pengerjaan tugas pra geladi, saya memilih salah satu dari beberapa pilihan video untuk ditonton dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Lalu, pada hari geladi Hominisasi, saya mempelajari dua topik besar, mengenai UNPAR dan kebangsaan Indonesia. Di hari yang sama, saya berkumpul dengan kelompok saya di breakout room untuk mengerjakan tugas untuk mempresentasikan hari narablog nasional yang dilengkapi dengan SWOT, kemudian dilakukan pula presentasi dan evaluasi.

            Setelah mengikuti geladi Hominisasi, sebagai refleksi, saya belajar mengenai pentingnya kebudayaan bangsa Indonesia sebagai rakyatnya. Saya juga mempelajari beberapa hal baru tentang UNPAR tempat saya belajar. Beberapa tokoh besar seperti Bung Hatta yang pernah berkunjung (1959) dan kemudian mengajar (1973) di UNPAR, Presiden Soekarno yang datang pada tahun 1961, serta Gusdur yang datang pada tahun 2007 melalui Pak Andi. Tidak sampai disitu, pada 17 Janusari 2022 kemarin, Presiden Jokowi Dodo turut berkunjung untuk meresmikan gedung PPAG ARNTZ-GEISE. Selain itu, saya mempelajari hal-hal mengenai Indonesia melalui budaya, tokoh-tokoh pahlawan, serta museum yang ada di Indonesia.

            Kemampuan logika dan Bahasa tentunya diperlukan sebagai sarana untuk berkomunikasi dan menerima pendapat dengan baik. Adanya kemampuan logika dan Bahasa, kita dapat berpikir lebih dalam dan tenang Ketika menanggapai saran, kritik, atau pendapat dari orang lain. Kedua hal tersebut dapat menolong kita untuk lebih tenang dalam bertanggap.

            Melalu geladi Hominisasi, saya belajar untuk public speaking yang baik agar tidak membosankan pendengar. Dimana dalam menjelaskan suatu hal kita dapat menggunakan SWOT, yaitu menjelaskan melalui strength, weakness, opportunity, serta threats. Lalu, saya belajar untuk melakukan presentasi dalam sikap yang baik dan sopan. Saya juga belajar untuk menerima kritik yang diberikan. Selain ketiga hal diatas, saya juga belajar untuk lebih memerhatikan kebudayaan Indonesia.

            Walaupun proses pembelajarannya singkat, namun saya mengedepankan konsep untuk menerima kritik dan saran agar dapat menerapkan hal-hal baru yang diberikan melaluigeladi Hominisasi. Saya juga mengevaluasi bagaimana kelompok lain berpresentasi, terutama kelompok 14 yang sudah baik dalam melakukannya. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan berbahasa, dapat dilakukan dengar sering mengikuti kegiatan seperti webinar, selain itu dapat juga dengan sering berlatih public speaking dengan orang terdekat sebelum dilakukan dalam jumlah lebih banyak. Saya juga harus dapat menerima pendapat serta kritik dan diolah terlebih dahulu sebelum diterapkan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline