Lihat ke Halaman Asli

Elin Moevid

Freelancer

Mempersiapkan Masa Lansia dengan Mengubah Pengalaman Menjadi Cuan

Diperbarui: 11 Mei 2024   18:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi lansia memasak. Lowongan kerja untuk lansia yang berusia di atas 60 tahun.(FREEPIK.COM/DCSTUDIO)

Lansia dengan Jaminan Pensiun Adalah Mereka yang Beruntung.

Masa pensiun bagi beberapa orang adalah momok yang merayap datang. Sebagian mempersiapkan diri sejak dini, sebagian lainnya hanya sibuk menghitung jumlah yang akan didapat nanti. Tak jarang pula yang merasa kehilangan jati diri usai habisnya masa bakti.

Saya masih ingat betul bagaimana ibu saya yang seorang PNS guru bingung menentukan jenis usaha apa yang akan dilakukan pasca pensiun. Padahal waktu itu beliau kurang 3 tahun lagi mengabdi. Alhasil, beberapa produk layak jual disiapkan, begitu pula modal dan tempatnya.

Sayangnya, usaha yang disiapkan itu berakhir dengan kurang baik. Mengingat mental dan kebiasaan beliau yang bekerja dengan "jam kantor" , mendadak harus beradaptasi dengan suasana yang fleksibel. Akhirnya, ibu pun menjalani masa lansia dengan tenang sambil mengandalkan uang pensiun setiap bulan.

Lalu bagaimana dengan mereka yang bekerja tanpa jaminan uang pensiun? Apakah para lansia tanpa pesangon tergolong kaum yang kurang beruntung? Kira-kira hal apa yang bisa disiapkan sebelum masa menjadi lansia itu tiba? 

Mengubah Pengalaman Menjadi Cuan

Apapun bidang dan jenis pekerjaannya, saya yakin setiap pekerja memiliki satu hal yang berharga yaitu PENGALAMAN. Pengalaman itulah yang bisa diubah menjadi peluang untuk persiapan usia senja nanti. Pengalaman menjadikan seorang individu bernilai lebih dibandingkan individu yang lain.

Pertanyaannya, bagaimanakah cara memanfaatkan peluang itu? 

Pengalaman seseorang adalah hal yang bisa diceritakan, dan sangat mungkin dibutuhkan oleh seorang pemula di bidang yang sama. Pengalaman bisa diceritakan dalam bentuk tulisan untuk dibaca atau rekaman untuk dilihat dan didengar. Nah, pengalaman dalam bentuk cerita inilah yang bisa kita manfaatkan.

Di era digital ini, setiap orang mampu berbagi informasi, namun informasi dari seseorang yang berwawasan dan berpengalamanlah yang dicari. Beranjak dengan teori ini, Anda bisa mulai membuat "produk kemasan" di mana Anda menceritakan pengalaman apa saja yang berkaitan dengan bidang yang Anda geluti saat ini.

Misalnya, seorang penulis dapat membagikan tips menulis untuk pemula, tips menulis agar lolos tim redaksi media, atau serba serbi menulis buku dari nol hingga terbit dan ber-ISBN. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline