Lihat ke Halaman Asli

Timnas U-16 Lolos Piala AFC 2020 dengan Sejumlah PR

Diperbarui: 23 September 2019   12:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Detik.com

PERTAMA, kita ucapkan selamat pada Bima Sakti Cs, yang telah mampu mengikuti jejak seniornya, Fahri Khusaeni, mengantarkan Timnas U-16 melaju ke putaran final piala AFC 2020 di Bahrain. 

Ini merupakan partisipasi Indonesia yang ketujuh sepanjang keikutsertaannya di kejuaraan Asia di bawah umur enam belas tahun, sekaligus yang kedua kalinya secara berturut-turut. 

Sebelumnya, Piala AFC yang dilangsungkan di negara tetangga, Malaysia, Indonesia juga mampu berpartisipasi. Bahkan, anak asuh Fahri Khusaeni mampu menembus babak delapan besar. 

Sayang di babak itu, Bagas Kaffa dan kawan-kawan dihentikan langkahnya oleh tim kuat, Australia. Mimpi tampil di kejuaaraan dunia U-17 pun harus dikuburnya dalam-dalam.

Kepastian lolosnya Garuda Asia harus ditentukan oleh pertandingan yang ada di grup lain. Karena, Marcelinno Ferdinand Cs tidak mampu menjadi juara grup sebagai tiket lolos otomatis, setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Timnas Tiongkok. 

Dengan nilai tujuh (kemenanangan atas Timnas Mariana tidak dihitung) dan defisit 12 gol, Garuda Asia akhirnya memastikan diri menjadi salah satu dari empat runner up terbaik bersama Yaman, Oman dan Uzbekistan. Sekaligus, menjadi satu-satunya wakil Asia tenggara yang lolos ke putaran final dimaksud. Sekali lagi selamat...!!!

Hasil pantauan penulis, dari empat kali pertandingan di babak kualifikasi grup G besama Filipina, Brunei Darusallam, Kepulauan Mariana Utara dan Tiongkok. Ada beberapa catatan yang harus menjadi bahan evaluasi Bima Sakti dan staf kepelatihan yang lain.

Pertama, masalah ketenangan. Para pemain garuda muda masih terlihat kurang tenang ketika sedang menguasai bola. Akibatnya, dalam beberapa kali pertandingan sering terjadi salah umpan, terutama pada pertandingan semalam lawan Tiongkok. Beberapa salah umpan ini, kerap kali membahayakan lini pertahanan Garuda. 

Beruntung, Timnas tidak kebobolan. Namun, jika hal ini terus terjadi, akan sangat berbahaya bagi Timnas. Apalagi, lawan-lawan yang bakal dihadapi nanti di putaran final AFC adalah lawan-lawan berat.

Kedua, masalah penyelesaian akhir. Sektor ini juga masih menjadi titik rawan Timnas U-16. Ya, kita mampu mencetak banyak gol pada kualifikasi kemarin. Tapi, jangan lupa lawan yang dihadapi kelasnya berada jauh di bawah Timnas. Lagi, ketika berhadapan dengan lawan selevel seperti Tiongkok, Timnas tidak mampu mencetak gol. 

Bahkan, peluang yang harusnya bisa menjadi gol, tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Contohnya, Bagaimana Attalah Raihan yang sudah tinggal menceploskan bola, tidak mampu mengkonversinya peluang emas ini menjadi gol. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline