Lihat ke Halaman Asli

Pelatihan Pembuatan Kerajinan Ecoprint sebagai Usaha Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Kreativitas Peserta Didik di SD Negeri Dukuh 02 Mojolaban

Diperbarui: 16 Juni 2024   20:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: diolah oleh penulis tahun 2024

Sekolah dasar adalah pondasi awal untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas anak, karena pada tahap ini, anak-anak mampu memahami materi dan petunjuk dari guru secara mandiri, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pendidikan sekolah dasar perlu menyediakan fasilitas yang mendukung peserta didik untuk belajar dengan kreativitas dan keterampilan, sehingga mereka dapat menghasilkan karya yang inovatif. Sekolah dasar berperan sebagai langkah awal dan tempat untuk menanamkan keterampilan pada anak-anak. Pada usia ini, mereka mampu memahami materi dan arahan dari guru secara mandiri serta dapat berpikir lebih kritis dibandingkan dengan anak yang belum memasuki pendidikan dasar.

SD Negeri Dukuh 02 memiliki letak geografis yang cukup strategis dikarenakan lokasinya yang dikelilingi oleh hamparan sawah, lapangan, dan kebun dengan berbagai keanekaragaman hayati. Namun, potensi keanekaragaman hayati ini belum dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun fasilitas sekolah sudah cukup memadai, para peserta didik belum pernah diberikan kesempatan untuk membuat proyek dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar.

Salah satu proyek yang cocok dengan potensi keanekaragaman hayati di sekitar sekolah adalah pembuatan batik ecoprint. Seperti namanya, "Eco" merujuk pada ekosistem atau alam, dan "Print" berarti mencetak. Ecoprint merupakan teknik yang mentransfer warna dan bentuk dari bahan alami ke kain melalui kontak langsung. Ecoprint merupakan salah satu pewarnaan tekstil yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan limbah pewarnaannya tidak mencemari lingkungan. Sehingga, dengan pembuatan batik ecoprint kelestarian lingkungan tetap terjaga karena menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting untuk pewarnaan kain, menghindari penggunaan pewarna sintetis dan bahan kimia berbahaya yang sering digunakan dalam industri tekstil.

Sasaran pelatihan yang dipilih yaitu peserta didik kelas 5 dan 6 di SD Negeri Dukuh 02, karena pada tingkat kelas ini usia anak sudah mulai dapat menalar untuk mengikuti instruksi dalam kegiatan pelatihan. Selain itu, bagi peserta didik kelas 6 kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengisi waktu luang saat menunggu pengumuman hasil kelulusan. Kegiatan pelatihan ecoprint ini diikuti oleh kelas 5 dan 6 yang berjumlah 39 peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan melatih kreativitas, bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta bentuk untuk meningkatkan percaya diri terhadap karya yang dibuat. Pelatihan pembuatan ecoprint dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan pada hari Senin, 10 Juni 2024.

Sumber: diolah oleh penulis tahun 2024

Sosialisasi bertujuan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai pengelolaan sampah serta pemanfaatan kelebihan dari lingkungan sekitar yakni berupa tumbuhan dijadikan sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi dan estetik berupa totebag ecoprint. Selain itu, juga memperkenalkan produk ramah lingkungan kepada peserta didik karena dalam pewarnaannya tidak menggunakan bahan pewarna tekstil atau kimia. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan sikap cinta lingkungan kepada peserta didik dalam upaya pelestarian lingkungan alam.

Sumber: diolah oleh penulis tahun 2024

Dalam pelatihan ini, peserta didik membawa alat dan bahan yang sudah diinformasikan sebelumnya yakni daun atau bunga, ulekan atau batu, serta plastik untuk alas, sedangkan untuk totebag, air tawas, dan tunjang disediakan oleh Mahasiswa Kampus Mengajar 7. Media yang digunakan yaitu totebag dengan bahan kanvas yang sifatnya mudah menyerap berukuran 15cm x 20cm.

Kemudian peserta didik dibimbing untuk belajar membuat motif ecoprint yang akan dihasilkan dengan menyusun daun dan bunga yang akan digunakan di atas totebag sesuai kreativitas masing-masing. Selanjutnya, daun dan bunga yang sudah tersusun, ditutupi oleh plastik yang digunakan sebagai alas ketika menumbuk. Lalu, menumbuk daun dan bunga menggunakan ulekan atau batu secara merata hingga keluar semua warna dari daun, diperlukan konsentrasi serta ketelitian dalam tahap agar motif yang dihasilkan bagus dan rapi. Ketika sudah cukup, sisa-sisa daun dan bunga yang telah ditumbuk dibersihkan lalu totebag direndam di dalam air tawas selama kurang lebih 15 menit. Selanjutnya, totebag dijemur dibawah sinar matahari hingga kering.

Motif yang dihasilkan sangat beragam dengan warna-warna alami dari daun dan bunga yang sangat indah. Mereka merasa sangat senang dengan adanya pelatihan ecoprint ini. Disini mereka dapat mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka dalam sebuah karya ramah lingkungan yang nantinya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekitar. Hasil totebag ecoprint nantinya dapat digunakan peserta didik sebagai pengganti tas plastik sebagai upaya pengurangan limbah plastik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline