Lihat ke Halaman Asli

Ardiba Sefrienda

Blogger, Researcher

Menikmati Siang di Sultan Agung Cuisine

Diperbarui: 30 September 2016   03:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi Pribadi

Selamat datang di Sultan Agung Cuisines! Sebuah rumah makan di kawasan Jl. Sultan Agung Yogyakarta yang bertemakan Jogja klasik modern. Jadi, citarasa tradisonal khas Yogyakarta dipadukan dengan gaya modern yang simple dan cozy. Bangunan terdiri dari dua lantai dan total keseluruhan tamu yang dapat ditampung mencapai 300an orang lebih!

Nah, sembari memesan menu, ini waktu yang tepat untuk berkeliling restoran, karena restorannya luas dan asyik untuk dieksplorasi.

Spot unik 1: Arena photo 3D

 Sultan Agung Cuisines menyajikan suasana restoran yang asyik buat backgroubd foto. Ada area photobooth lengkap dengan lampu ala studio foto. Jadi berasa ke de Mata, ya nggak sih? Tapi kalau disini sih gratis saja. Hehe

Spot unik 2. Ayunan super kuat

Di lantai 2 ini juga ada  2 ayunan tersedia di kedua ujung bangunan. Ayunannya sangat kokoh bahkan untuk 4 orang dewasa. Di ayunan ini, kita akan menikmati semilir angin tanpa khawatir kepanasan atau pun kehujanan. Jujur saja kalau terlalu lama di ayunan ini mungkin aku bisa terlelap tidur. Padahal kalau aku kebablasan tidur, bisa-bisa gagal menyantap menu istimewa Sultan Agung Cuisines ini. Apa saja sih menu serunya?

Sajian Menu Istimewa Suktan Agung Cuisines

Menu makanan yang tersedia dan recomended di restoran ini antara lain: mie kakap goreng, terong goreng tepung, nasi bakar, brongkos, cap cay, dan bistik daging. Setelah melewati sesi foto yang lama dan melelahkan, akhirnya kami menikmati sajian menu ini bersama-sama. Jujur yang paling unik dan bikin doyan itu mie kakap gorengnya. Jadi kakapnya dibuat adonan bersama tapioka sehingga menyerupai adonan pempek yang berbentuk memanjang seperti mie, kemudian adonan ini dimasak seperti membuat bakmi jawa. Duh jadi ngiler...

Dokumentasi Pribadi

Setelah cukup kenyang makan-makanan besar, tentu saja perlu minuman menyegarkan. Dan, ah segar sekali menatap minuman dingin bersoda yang sudah tersaji di meja. Sebagai Jawa tulen, aku kurang familiar dengan citarasa semriwing sodanya. Tapi potongan buahnya segar disantap. 

Setelah menikmati segarnya minuman soda khas Sultan Agung Cuisines, selanjutnya adalah dessert time!

Dokumentasi Pribadi

Menu dessert yang pertama kali keluar adalah cheese cake dan Arjenove cake yang masing-masing lumer keju dan coklatnya di lidah. Saus strawberry berbentuk love pada Arjenove cake terasa manis dan segar. Semakin menambah nikmat sensasi coklat melting di arjenove cake.

Ternyata, itu baru dessert awal, masih ada dessert berikutnya, yaitu ice cream cake ini. Sensasi melting es krimnya berpadu dengan manisnya coklat, gurih dan sedikit asam dari cream cheese.

Dokumentasi Pribadi

Sultan Agung Cuisines buka dari pukul 10 pagi sampai 10 malam. Menu makanan yang disajikan merepresentasikan klasik modern karena terdapat makanan tradisional seperti brongkos, rawon, atau mendoan. Tetapi dessert yang disajikan kesemuanya bercita rasa modern.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline