Lihat ke Halaman Asli

EcyEcy

Pembelajar

[Event Cerita Mini] Raksasa Datang ke Bumi

Diperbarui: 7 Juli 2019   23:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pixabay.com


Waktu kukecil, apapun yang dikatakan orang tuaku, aku percaya. Meskipun itu hanya sekedar candaan atau mitos belaka. Bahkan aku paling takut jika orang tuaku sudah bilang pamali. Bagiku, melanggarnya berarti musibah.

"Nak, nggak baik duduk di bantal. Pamali. Nanti bisulan." Mamaku berujar sambil melotot ke arahku yang tanpa sengaja menduduki ujung bantal.

Secepat kilat kupindah posisi agar kutukan nenek moyang itu tak sampai menimpaku.

Pernah juga mama melarangku duduk sambil makan di pintu rumah.

"Anak perempuan nggak boleh makan di pintu. Pamali. Nanti susah dapat jodoh." Mamaku menegur kebiasaanku makan di pintu dapur.

"Nyapu itu yang bersih. Kalau nggak bersih nanti dapat suami brewokan." Mamaku mengingatkan kebiasaanku yang suka meninggalkan sampah kecil di bawah kaki kaki meja.

Banyak sekali pantangan yang tak boleh aku langgar dengan segala penjelasan sangsinya jika aku tak mengindahkannya. Yang jelas kata pamali adalah kata paling ampuh di rumahku untuk membuat aku dan adikku menghindari pantangan itu dengan sungguh sungguh. 

Padahal otak kecilku berpikir keras hubungan sebab akibat yang diutarakan orang tuaku. Namun tak pernah bisa kutemukan jawabannya secara logika. Lagi pula tak baik melawan perintah orang tua jika itu untuk kebaikan kita. Jadi tak apalah kukerjakan saja.

Hal yang paling kuingat ketika aku kelas tiga sekolah dasar, bumi tiba-tiba gelap. Aku dan teman temanku yang sedang olah raga di lapangan depan berlari masuk ke dalam kelas. Aku sangat takut sekali karena dalam pikiranku ada raksasa datang. Padahal guruku menjelaskan bahwa telah terjadi gerhana matahari total.

Teringat kembali cerita sebelum tidur dari papaku tentang raksasa jahat yang suka makan matahari dan bulan datang ke bumi. Dia akan datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Saat hal itu terjadi, maka bumi kita akan menjadi gelap gulita. Makanya kita pamali berada di luar rumah. Karena nanti raksasa akan melihat dan memakan kita juga.

Sampai aku beranjak remaja, tak pernah kutanyakan kebenaran cerita papaku itu. Bahkan pelajaran tentang gerhana matahari dan bulan yang diajarkan guruku di sekolah tak lantas membuat otakku melepas kisah raksasa makan matahari dan bulan begitu saja.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline