Lihat ke Halaman Asli

Belajar Humor dan Satir Cerdas dari Antologi Cerpen Anton Chekhov

Diperbarui: 26 Juni 2015   19:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

//www.photographersdirect.com)

[caption id="attachment_3238" align="alignleft" width="211" caption="Anton Chekhov dan istri Olga L Knipper Chekhova (http://www.photographersdirect.com)"][/caption]

SEBAGAI pembaca setia di Kompasiana ini, acapkali saya baca cerita-cerita pendek yang lumayan apik. Beberapa dengan gaya penyajian melankolik. Itu sah-sah saja. Tiada larangan di dalamnya. Namun demikian, sebagai pengamat pinggiran, jarang saya temukan cerpen-cerpen dengan konten humor dan satir cerdas yang membangkitkan rasa kemanusiaan terdalam.

Oleh karenanya, saya akan mengajak anda untuk belajar humor dan satir cerdas dan mencerahkan jiwa, salah satunya, dengan membaca cerpen pengarang terkemuka Anton Chekhov.

Mengenai Chekhov sendiri, ia lahir 24 Januari 1860 di kota terpencil Taganrok Rusia. Ayahnya seorang pedagang. Chekhov adalah bungsu dari lima bersaudara. Pada 1884 ia memperoleh gelar dokter.

Dalam menulis cerpennya kadang ia menggunakan nama pena Antonskaya Chekotske. Cerpen-cerpen Chekhov acapkali diutarakan secara simbolik dan metaforik. Inti makna cerpennya terletak pada akhir ceritanya.

Acapkali Chekhov menulis penuh dengan unsur parodi dan satir yang dibumbui humor kelas tinggi dan main-main serta olok-olok yang pada gilirannya membentuk genre tersendiri yang kemudian dikenal dengan "Chekovian".

Kejelian dan ketajaman menangkap fenomena sosial aktual yang remeh-remeh, merupakan unsur sangat penting dan mendasar dari cerpen-cerpennya. Daftar cerita pendek (short stories) karya Anton Chekhov bisa anda lihat Klik Sini.

Membaca cerpen-cerpennya, kita akan menemukan bahwa Chekhov bukan pribadi yang suka pada cerita-cerita besar (grand narratives), melainkan wacana sehari-hari, tentang kehidupan kita yang nyaris tidak pernah kita gubris, kita sadari, dan kita renungkan.

Sebagai contoh, salah satu cerpennya, "Selingkuh Berbuntut Dendam". Melalui cerpen ini kita diajak berpikir tentang kekonyolan seorang suami tatkala dalam suatu pesta ulang tahun di rumah sahabatnya mendengar bisik-bisik sang istri (yang sejatinya seorang peselingkuh) diajak berkencan dengan seorang lelaki. Agar kencan rahasia tersebut aman disepakati menaruh pesan terlebih dahulu pada secarik kertas ke dalam pot marmer di sebuah taman tepat pukul 06.00 sore.

[caption id="attachment_3240" align="alignright" width="288" caption="Istri Chekhov Artis Teater Olga L Knipper Chekhova (http://www.americanrepertorytheater.org)"]

//www.americanrepertorytheater.org)

[/caption]

Lantaran si suami sahnya mendengar percakapan tidak sengaja itu, disusunlah suatu rencana untuik menjebak selingkuhan istrinya. Dengan gaya penulisan mengalir dan jenaka, di akhir cerita ternyata Chekhov meruntuhkan dugaan-dugaan pembacanya mengenai ending cerita dengan suatu penyajian konyol dan tidak terduga. Chekhov meng-knock out (KO) para pembacanya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline