Ujung dari setiap pembelajaran adalah perkembangan siswa baik perkembangan jiwanya maupun perkembangan pikirannya. Keberhasilan belajar atau capaian pembelajaran siswa kerap kali diidentifikasi oleh guru dengan memberi pertanyaan,
" Bagaimana anak-anak, apakah sudah mengerti ?" Tanya guru.
" Sudah Bu guru !" Jawab Siswa.
Sayangnya, cara menentukan apakah siswa sudah benar-benar mengerti, tidaklah sesederhana melempar pertanyaan seperti itu. Sebab, pertanyaan semacam itu tidak memunculkan indikator pemahaman siswa, melainkan hanya sebuah pengakuan siswa. Pemahaman siswa mengandung sejumlah aspek yang perlu digali. Berdasarkan konsep Understanding by Design. Terdapat 6 bentuk kemampuan yang menandakan pemahaman siswa.
1. Kemampuan Menjelaskan (Explanation)
Salah satu ciri kalau siswa memiliki pemahaman dapat dilihat dari kemampuan mereka ketika menjelaskan. Pemahaman siswa akan terlihat ketika siswa sudah mampu menjelaskan teori atau konsep yang kita ajarkan dengan kalimat mereka sendiri.
Siswa bukan saja mampu menjawab pertanyaan dengan benar tapi juga mampu memberikan alasan dan memberikan contohnya. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, ketika siswa mampu menjelaskan dengan tepat mengenai unsur-unsur instrinsik dari cerita pendek yang dibaca, maka siswa sudah terlihat memiliki pemahaman.
Bentuk kemampuan Explanation ini menjadi aspek pemahaman siswa yang menunjukan kualitas berpikir secara akurat.
2. Kemampuan Memaknai (Interpretation)
Tanda siswa telah memahami pembelajaran dapat pula terlihat dari kemampuan interpretasi. Kemampuan ini terlihat ketika siswa mampu memaknai sebuah fakta, ide, karya dan lain sebagainya.