Kepemimpinan merupakan kekuatan sangat penting dalam keberhasilan organisasi apapun dan di manapun. Dalam praktiknya kepemimpinan memiliki banyak keutamaan.
Hal itu disampaikan guru olahraga SMA Negeri 3 Cibinong (SMANTIC) Kabupaten Bogor, Iwan Kuswandi, dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 1 di aula SMANTIC (29/10/2022).
Selepas jeda pelatihan Iwan Kuswandi mengatakan, keutamaan kepemimpinan itu minimal ada lima dimensi.
"Dengan jiwa kepemimpinan satu bisa membantu memengaruhi perilaku orang lain. Kedua, membantu dalam menyelesaikan konflik secara efektif. Ketiga, membantu memperkenalkan perubahan baru yang diperlukan organisasi. Keempat, membantu pelatihan dan pengembangan anggota organisasi. Kelima, membantu para anggota dalam memenuhi kebutuhan mereka," kata Iwan Kuswandi yang pernah menjadi anggota Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bogor.
Iwan menjelaskan, menghadapi abad ke-21 dengan perkembangan zaman yang terus berubah diperlukan pendekatan-pendekatan baru dalam kepemimpinan. Kepemimpinan itu, lanjut Iwan, memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dalam keorganisasian.
"Satu, kepemimpinan dalam organisasi yang bertindak sebagai visioner. Pemimpin seperti ini mampu merancang tujuan dan visi yang jelas. Tentu saja pemimpin ini pun harus meyakinkan seluruh anggotanya. Kedua, kepemimpinan dalam organisasi bertindak sebagai arsitek. Dalam hal ini bukan hanya merancang, tetapi diharapkan dapat mendesain organisasi menjadi sebuah sistem yang transparan dan canggih," ujar Iwan Kuswandi yang sehari-hari menjadi Wakil Kepala SMANTIC urusan kesiswaan.
Gaya kepemimpinan ketiga, lanjut Iwan Kuswandi, pemimpin bertindak sebagai pelatih bagi anggotanya.
"Nah, gaya kepemimpinan keempat pemimpin sebagai katalisator. Pemimpin seperti ini mesti menyingkirkan hambatan yang dirasakan anggota tim, mendukung ide-ide cemerlang menjadi kenyataan, membina baik ke seluruh lapisan, membantu orang-orang dengan menjadi penghubung dengan pekerjaan dan visi-misi. Terakhir gaya kepemimpinan ini menuntut membangun lingkungan kerja yang inklusif dan meningkatkan motivasi," tandas Iwan Kuswandi. **(Djadjas)