Lihat ke Halaman Asli

Dinda Auliana

Mahasiswa / Universitas Pendidikan Indonesia

Mengulik Bersama Makna di Balik Poster Sumpah Pemuda Pada Akun Instagram Joko Widodo (Kajian Semiotik Rolland Barthes)

Diperbarui: 1 Desember 2023   21:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak dapat dipungkiri di era modern ini, akses penyampaian informasi sudah sangat dimudahkan. Kita dapat dengan mudah berbagi info-info terkini dengan orang di luar sana hanya dengan media sosial. Salah satu media sosial yang agaknya dimiliki oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia ialah Instagram. Aplikasi yang menyajikan foto dan video ini dijadikan media untuk mengekspresikan diri, menyebarkan informasi-informasi penting, serta mengunggah momen-monen besar yang dirasa perlu untuk diselebrasikan bersama.

Perkembangan teknologi informasi ini ternyata juga dimanfaatkan oleh Bapak presiden kita, Joko Widodo. Melalui akun instagramnya (@jokowi), Pak Presiden memang acap kali mengunggah poster-poster perayaan hari besar Indonesia seperti hari pahlawan, hari kemerdekaan, hari sumpah pemuda, dll. Poster ini merupakan media untuk mengajak serta mengingatkan masyarakat Indonesia untuk secara bersama-sama merayakan tiap hari besar di Indonesia. Di samping itu, karena akses keterjangkauan media sosial sangatlah mudah, pengunggahan poster ini juga dirasa dapat memperkenalkan Indonesia kepada khalayak luar karena konten yang terkandung dalam poster tersebut adalah hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia.

cr: @jokowi on instagram

Poster yang cukup menarik perhatian saya kali ini ialah poster yang diunggah pada tanggal 28 Oktober 2023 lalu, atau tepatnya pada perayaan hari Sumpah Pemuda. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, konten dalam poster yang diunggah Pak Presiden ini menyuguhkan hal-hal yang identik dengan Indonesia, begitu pula poster hari sumpah pemuda yang satu ini. Poster tersebut menyajikan ilustrasi yang menampakan potret para muda-mudi Indonesia dan potret Pak Presiden yang tengah mengamati mereka dari kejauhan. 

Dalam poster tersebut terdapat kelompok pemuda yang tengah berswafoto bersama menggunakan baju adat masing-masing daerah dan ada satu figur yang memegang banner bertuliskan ‘kolaborasi’. Hal ini sejalan dengan isi sumpah pemuda itu sendiri yang berbunyi “Kami putra dan putri Indoensia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia”, karena meski memiliki budaya yang beragam, kita sebagai muda-mudi Indonesia tetap harus saling bersinergi demi kemajuan bangsa, yaitu bangsa Indonesia.

Pada poster ini juga terdapat pula potret sekelompok pemuda lainnya yang memakai seragam berbeda-berbeda yang mana hal ini menunjukkan perbedaan profesi antartiap muda-mudi Indonesia yang berkolaborasi untuk memajukan bangsa. Selain itu, ada pula potret seseorang yang tengah hormat kepada bendera merah putih yang mana hal ini menunjukkan bentuk kecintaannya kepada tanah air Indonesia. 

Fakta menarik lainnya adalah Pak Presiden selalu menyelipkan kucing oren pada tiap posternya, termasuk poster hari sumpah pemuda yang satu ini. Kucing oren cukup terkenal di masyarakat Indonesia sebagai kucing preman karena dinilai lebih galak dari jenis kucing lainnya. Kucing oren ini seperti sudah menjadi ciri khas Indonesia, sehingga Pak Presiden selalu memasukkan ilustrasi kucing oren di setiap posternya.

Pemaknaan penggunaan tanda pada poster hari sumpah pemuda yang diunggah Pak Presiden Jokowi ini menurut saya relevan dengan teori semiotika yang dikemukakan oleh Rolland Barthes, yang mana tanda bisa ditelaah dari segi denotasi, konotasi dan mitos yang ada dalam suatu daerah tertentu. Denotasi dalam poster ini ialah potret muda-mudi Indonesia, sementara konotasinya ialah persatuan, kemudian untuk mitosnya ialah keberagaman merupakan ciri khas dan kekuatan Indonesia.

Dengan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui unggahan perayaan hari sumpah pemuda pada akun instagramnya ini, Presiden Jokowi seolah ingin mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa di tengah keberagaman yang kita miliki, kita harus tetap menjunjung nilai-nilai persatuan demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta,” — Bung Hatta




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline