Lihat ke Halaman Asli

Dinara Verga

self love is the best love.

Doopleganger (Last Chapter)

Diperbarui: 7 Februari 2017   22:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

6. The Sun Also Rises

20 Tahun Kemudian…

VESPER

     Aku sudah berusia 27 tahun, aku juga sudah memiliki suami bernama Briant. Kami memiliki anak perempuan bernama Vares Virina, kami memberinya nama Vares supaya kami bisa tetap ingat pada Ares. Vares berusia 4 tahun sekarang. 1 hal yang perlu kalian tahu, jujur aku masih belum bisa melupakan Ares sampai kapanpun. Karena Areslah cinta pertamaku, dan dia akan selalu menjadi cinta pertamaku.

     Tapi takdirlah yang menyebabkan aku tidak dapat bersama dengan Ares. Ya, Ares meninggal untuk menyelamatkanku. Aku tidak akan pernah bisa melupakan hal tersebut. Mungkin jika Ares masih hidup, kami juga tidak akan bisa menikah. Karena aku dan Ares adalah saudara. Memang perasaanku ini salah. Tapi lebih salah lagi melihat Ares meninggal karena menyelamatkanku. Setelah Ares meninggal. Ares seketika berubah menjadi debu, yang membuatku bertanya-tanya. Pada akhirnya, akupun menikahi Briant. Karena, Briant satu-satunya orang yang selalu ada disampingku saat Ares meninggal.

     Siang ini saatnya aku menjemput Vares dari sekolahnya. Sesampainya aku disekolah Vares. Sambil menggenggam tangan Vares dan membawanya ke mobil. Aku melihat sosok Ares yang sedang memandangiku dari kejauhan. Lalu aku berusaha menghampirinya. Tapi tiba-tiba wali kelas Vares memberikanku hasil ujian membaca Vares yang mendapatkan nilai 100. Aku pun tersenyum kepada anakku dan kembali menghampiri Ares tadi.

     Tapi, Ares sudah menghilang, dan dengan sedih. Aku kembali masuk ke mobilku dan mengendarai mobilku menuju tempat makan favoritnya Vares. Memang tak seharusnya aku berhalusinasi tentang Ares lagi, karena dia adalah memori terindah yang pernah kumiliki sebelumnya. 

     Sambil menyetir, aku melihat Vares memegang dan memainkan kalung berbentuk capung. Sama seperti punya Ares waktu itu. Aku pun bertanya pada Vares

“Nak.. kamu dapat kalung itu darimana?”

“Dari seorang lelaki tampan ma.. namanya mirip sama aku lagi.” Jawab Vares

“Memang namanya siapa nak?” Sahutku perlahan

“Ares ma.”

THE END.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline