Berdasarkan data kementrian keuangan RI, jumlah pendapatan negara pada APBN sebesar 2.233 Triliun rupiah yang terdiri dari 1.865 Triliun dari penerimaan pajak 367 Triliun dari penerimaan negara bukan pajak dan 0,5 Triliun dari penerimaan hibah yang artinya kontribusi pajak bagi APBN sangat dominan yaitu sebesar 83,54% jadi sangat masuk akal jika disebut pajak adalah tulang punggung pembangunan bangsa.
Nah sekarang kita cari tahu dahulu pajak itu apa sih? pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa, berdasarkan UU dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Jadi pajak itu sifatnya wajib dan memaksa.
Pajak dikumpulkan ke APBN beserta dengan penerimaan bukan pajak lainnya lalu di distribusikan ke pemerintah pusat dan daerah maupun desa untuk menunjang pembangunan demi kesejahteraan seluruh warga negara indonesia salah satunya untuk pembangunan infrastruktur, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dll. Jadi pembayar pajak ini setelah membayar pajaknya tidak langsung memperoleh manfaat atau memperoleh imbalan dari negara atas pajak yang telah ia bayarkan. Dengan kondisi negara kita sekarang yang mengusung tema "Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat" apakah bisa kebutuhan negara kita dibiayai APBN tanpa pajak? jalan tol, bandara, pelabuhan, rumah sakit, sekolah sekolah, dan biaya penanganan pandemi covid 19 kemarin rasanya pasti akan terhambat jika warga negara tidak ikut berkontribusi, oleh karena itu kita dan seluruh generasi emas indonesia adalah insan insan yang akan menjadi tonggak pembangunan bangsa ini, kelak ketika kita telah terjun kedalam dunia profesi itulah kita akan ikut serta membangun bangsa ini dengan menyadari pentingnya membayar pajak maka kita sebagai generasi bangsa Indonesia bisa mampu membangun bangsa dengan turut serta menjadi pahlawan melalui pajak.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI