Lihat ke Halaman Asli

Dhiga Agung

Mahasiswa dan Asistan Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang

Pendampingan Lesson Study dalam Mengembangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Literasi di SMP Muhammadiyah 02 Batu

Diperbarui: 19 September 2022   13:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

Pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. Untuk itu perlu meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran inovatif dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). 

Upaya pembentukan karakter siswa yang telah dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu adalah melalui literasi yang melibatkan guru IPA (Lise dan Zaenab,  2020). 

Kegiatan pengabdian ini merupakan pengimbasan kepada guru matapelajaran lain. Peningkatan inovasi pembelajaran dengan gerakan literasi untuk penguatan pendidikan karakter dan upaya pengimbasan akan dilakukan dengan model pendampingan Lesson Study, karena lesson study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. 

Dengan model pendampingan Lesson Study dalam mengembangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis literasi secara daring diharapkan semua guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu dapat meningkat kompetensinya dalam mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran inovatif dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui gerakan litersi pada pembelajaran daring dan meningkatnya karakter siswa.

Paradigma pendidik saat ini beranggapan bahwa penerapan inovasi model pembelajaran SAINTIFIK tidak dapat dilakukan diluar matapelajaran MIPA. Akan tetapi pada saat kegiatan dilakukan nyatanya model pembelajaran yang biasanya diterapkan di mata pelajaran MIPA terbukti efektif di luar MIPA. 

Salah satu contohnya matapelajaran Pendidikan Agama Islam. "Awalnya saya takut dan berekspetasi tidak berjalan lancar, tetapi setelah saya jelaskan materi proses dan membagi kelompok nampak para siswa antar kelompok sangat antusias dan bahkan diluar ekspetasi hasilnya. Siswa lebih tanggap, peka, dan banyak memiliki kreativitas dan inovasi saat mengerjakan tugasnya" Ujar Bapak Yazid selaku guru matapelajaran.

Dokpri

Inovasi dalam dunia pendidikan sangat perlu ditingkatkan mengingat semua sistem pendidikan di Indonesia belum bangkit sepenuhnya dari Pandemi COVID-19. Inovasi dalam mendukung generasi muda lebih giat belajar dan meningkatkan kreativitas serta daya minatnya pun perlu. Harapannya memang semua guru matapelajaran apapun diluar MIPA terus bisa berinovasi untuk pembelajaran di sekolah tempat mengajar.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline