Lihat ke Halaman Asli

Dhanang DhaVe

TERVERIFIKASI

www.dhave.id

Melimpahnya Terumbu Karang bak Gudang Pewarna Alami

Diperbarui: 7 Maret 2016   23:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Terumbu karang di Teluk Benete-Sumbawa bisa menjadi lokasi penelitian senyawa biokatif untuk kepentingan medis (dok.pri)"][/caption]Indonesia memiliki wilayah dengan komposisi 70% laut dan 30% darat dengan garis pantai sepanjang 93.093 km yang masuk menjadi 10 negara dengan garis panjang terpanjang di dunia. Kekayaan laut menjadi salah satu sumber daya yang melimpah namun tidak banyak yang dimanfaatkan secara optimal.

Ada 3 ekosistem yang ada di sepanjang garis pantai, yakni; mangrove/bakau, lamun, dan terumbu karang. Terumbu karang menjadi salah satu ekosistem yang besar di pesisir laut dengan luasan 85.000 km dan menjadi 12 – 15% luas terumbu karang dunia. Saat ini ekositem terumbu karang dimanfaatkan sebatas sebagai fungsi ekologis dan wisata. Fungsi ekologis bagi terumbu karang seperti; peredam arus gelombang, tempat pemijahan ikan, indikator kualitas perairan, tempat perlindungan ikan dan lain sebagainya. Dari sektor wisata, terumbu karang menjadi atraksi wisata snorkeling dan menyelam.

[caption caption="Terumbu karang di Karimunjawa yang masih bagus kondisinya, bak apotek hidup dan gudang warna (dok.pri)."]

[/caption]Salah satu perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang bioteknologi adalah red biotech. Red biotech adalah aktivitas pengembangan senyawa alami sebagai sumber obat-obatan. Saat ini sebagian besar sumber senyawa alami banyak dicari dari organisme terrestrial/darat, jarang yang melihat bahwa potensi aquatic juga memiliki peluang yang besar.

Di laut terdapat ribuan fauna laut, 107 jenis virus, 106 spesies bakteri, 103 jamur, dan 103 mikro laga yang potensial untuk diambil senyawa bioaktifnya. Senyawa bioaktif ini bisa menjadi bahan dalam bidang farmasi untuk obat bagi beragam jenis penyakit. Beberapa organisme laut mampu menghasilkan senyawa untuk antikanker, antivirus, antibiotik dan penghilang rasa sakit. Potensi senyawa bioaktif inilah yang nantinya menjadi potensi dalam dunia medis.

[caption caption="Senyawa bioaktif pada terumbu karang dan manfaatnya dalam bidang medis (biosmagz.com)."]

[/caption]Saat ini diklaim jika pewarna sintetik/kimia untuk makanan menjadi potensi penyebab kanker karena senyawa aktifnya yang toksik atau karsinogenik. Keresahan masyarakat muncul berkaitan dengan beredarnya pewarna sintetik ini sehingga memunculkan slogan back to nature atau kembali memanfaatkan pewarna alami untuk bahan pangan. Jika melihat ke dalam dasar laut ternyata bisa ditemukan banyak sekali sumber pewarna alami yang tidak kalah dengan di daratan. Terumbu karang yang berwarna-warni inilah yang menjadi sumber pewarna alami.

[caption caption="A. Karang Acropora dan B. Bakteri pada karang Acropora yang menghasilkan pewarna alami (permi.or.id)"]

[/caption]Akan muncul pemikiran, pasti jika terumbu karang ini diambil untuk pewarna alami akan terjadi kerusakan yang masif pada ekosistem. Sebuah penelitian menemukan jika bakteri yang berasosiasi/hidup bersama dengan terumbu karang mampu menghasilkan warna sesuai dengan inangnya. Bakteri Erythrobacter flavus yang berasosiasi dengan terumbu karang Acropora sp mampu menghasilkan pigmen/pewarna beta karoten yang biasa ditemukan pada wortel (Daucus carota). Bakteri Bacillus licheniformis yang berasosiasi dengan lamun Thalassia hemprichii mampu mensintesis pigmen diadinoxantin.

[caption caption="Peneliti sedang mengambil sampel bakteri dari terumbu karang yang nantinya akan dijadikan sumber pewarna alami (dok.pri)."]

[/caption]Bakteri-bakteri yang menempel pada organisme laut yang berwarna-warni inilah yang bisa dicari dan dimanfaatkan untuk menghasilkan pewarna alami tanpa harus merusak ekosistem. Dengan melimpahnya terumbu karang di perairan Indonesia bak gudang pewarna alami raksasa dan kita tinggal memilih saja warna apa yang hendak kita ambil. Terumbu karang tak hanya monopoli bagi wisata dan fungsi ekologis lagi tetapi bisa menjadi apotek hidup bagi dunia medis.



BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline