Wasiat Ayah untuk Anakku
بسم الله الرحمن الرحيم
Teruntuk yang ayah cintai sepanjang waktu, putra-putriku.
Ayah ingin kalian membaca surat ini dengan penuh hikmat.
Yang belum sempat ayah sampaikan padamu, anakku.
Maafkan ayah, hanya bisa meninggalkan wasiat berupa nasihat.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Wahai Putraku...
Kau adalah laki-laki yang kuat. Kau adalah Pemimpin yang hebat.
Kau adalah sosok yang mampu mengayomi, melindungi, menghormati, mengasihi, dan menuntun wanita-wanita yang kau cintai.
Ibumu, istrimu, dan saudara perempuanmu. Mereka membutuhkanmu.
Kau adalah tulang punggung bagi mereka. Kau adalah suri tauladan bagi mereka.
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). (Q.S. An-Nisa: 34)
Maka jangan kau buat mereka meneteskan air mata kesedihan karenamu.
Jangan kau buat mereka merasa susah atas tindak-tandukmu.
Ayah menyerahkan semua itu padamu, Ksatriaku.