Sebuah kota terus berubah secara dinamis. Ada yang perkembangannya cepat, namun juga ada yang berlangsung perlahan-lahan. Tak sedikit malah kota yang mati dan malah kemudian ditinggalkan warganya. Kisah tentang perkembangan kota Recife di Brazil disampaikan dalam film berjudul Pictures of Ghosts.
Meski judulnya bernuansa film horor, film ini bukan film tentang penampakan makhluk gaib secara fiktif, melainkan sebuah film dokumenter. Film ini merupakan cerita tentang kota masa kecil si penulis naskah maupun sutradara bernama Kleber Mendona Filho. Ia adalah seorang sutradara yang namanya melambung lewat filmnya yang berjudul Neighbouring Sounds dan Aquarius.
Selama 93 menit penonton akan mendengar cerita yang dituturkan oleh Filho tentang rumah dan lingkungan tempat tinggalnya yang memberikan kesan mendalam dan begitu berpengaruh pada dirinya. Film ini sendiri tayang perdana di Cannes Film Festival 2023 dan menjadi perwakilan Brazil di ajang Oscar untuk Best International Feature Film tahun 2023.
Dikisahkan kota Recife adalah kota kecil tak jauh dari pantai. Ibu dari Filho yang seorang sejarahwan tertarik membeli satu unit apartemen tiga kamar di kota ini setelah bercerai. Ia memboyong anak-anaknya ke apartemen tersebut. Ibunya sendiri suka bereksperimen terhadap rumah mereka, mengubah interior dan kebun mungil mereka.
Lambat laun terjadi peristiwa demi peristiwa yang mengubah lingkungan mereka. Dari kematian anjing tetangga, maraknya kucing yang membuat ibu mereka membuat jaring di jendela, hingga kemudian terjadi pencurian sehingga rumah-rumah diberi pagar dan apartemen juga diberikan penjagaan.
Filho sendiri kemudian tertarik mendalami perfilman. Ia menjadikan rumah dan lingkungan rumahnya menjadi lokasi syuting. Rumah-rumah tetangganya juga ikut dilibatkan.
Awalnya mereka heran mengapa Filho memilih lingkungan yang biasa saja untuk lokasi syuting. Tapi ternyata latar tempat tersebut menjadi nampak lebih nyata, adakalanya juga terasa melankolis dan puitis bergantung jenis film yang sedang diambil oleh Filho.
Cerita bergeser ke pusat kota. Di sana ada bioskop-bioskop yang juga kemudian berubah. Ada yang kemudian dijadikan satu dengan mal, namun juga tak sedikit yang tutup. Fillho menceritakan sosok pria yang mengatur proyektor film dalam bioskop. Ia mengenang jasa-jasa berapa ramainya hari pertama pemutaran Terminator, hingga betapa senangnya ia dengan musik dalam film The Godfather.