Lihat ke Halaman Asli

Dewi Puspasari

TERVERIFIKASI

Penulis dan Konsultan TI

Rekaman Perjalanan dan Kesan Daerah di Secangkir Kopi

Diperbarui: 17 Juni 2015   06:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14319105901888149655

[caption id="attachment_418169" align="aligncenter" width="400" caption="Kopi Hitam Ala Bawen"][/caption]

Kopi bukan hanya tentang cita rasa tetapi juga menyimpan pengalaman dan kesan akan suatu daerah. Secangkir kopi hitam yang saya sesap di Bawen mengingatkan saya akan perjalanan ratusan kilometer yang baru kami berdua lalui. Kopi ini juga lebih mendekatkan saya pada Bawen, yang dulu hanya saya kenal lewat nama ruas jalan tol Ungaran-Bawen.

Perjalanan kembali ke Jakarta dari kota Malang dengan kendaraan pribadi merupakan pengalaman menyenangkan sekaligus melelahkan. Sudah kali ketiga saya melakukan perjalanan pulang pergi Jakarta-Malang dengan kendaraan pribadi, tapi rasanya selalu ada hal yang baru dan berbeda di tiap perjalanan tersebut.

Setelah kendaraan melaju ratusan kilometer dari kota Malang Rabu lalu (13/5), kami berdua bermalam di Solo. Setelah beristirahat, kami berdua merasa segar dan pasangan melajukan kendaraan dengan semangat melewati Boyolali dan Salatiga. Menuju Bawen, kami disambut jalan yang naik turun. Saya turunkan jendela untuk lebih puas merasakan hawa yang sejuk dan angin semilir membelai rambut. Samar-samar nampak Rawa Pening yang luas.

[caption id="attachment_418171" align="aligncenter" width="350" caption="Jalanan Bawen yang Naik Turun"]

1431911861622936588

[/caption]

Bawen tak jauh dari Ambarawa yang perkebunan kopinya sudah lebih dulu dikenal dan menjadi tujuan wisatawan. Seperti halnya tetangganya, Bawen juga memiliki kopi yang tak kalah enak dengan rasa yang khas.

Kami kemudian memutuskan singgah di Bawen, Kabupaten Semarang, untuk menikmati kopi khasnya. Kendaraanpun merapat ke kampung kopi yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX yang menyajikan beragam sajian kopi dari olahan ala tradisional yang sederhana hingga yang tampil cantik dan genit.

Ada dua pilihan sajian kopi yang sederhana, kopi tubruk dan kopi spesial tanpa ampas. Dua-duanya jenis kopi hitam yang disajikan dengan gula terpisah. Saya memilih kopi hitam tanpa ampas karena sehari-hari sudah terbiasa dengan kopi tubruk.

Kopi hitam tanpa ampas tersebut disajikan dengan sepiring mendoan dan pisang goreng. Nampak bersahaja namun tak kalah mengundang selera.

[caption id="attachment_418173" align="aligncenter" width="438" caption="Bersama Pisang Goreng dan Mendoan"]

1431911958110599940

[/caption]

Mata yang mulai mengantuk oleh semilir angin dan sejuknya hawa Bawen, kontan terbuka lebar setelah seteguk kopi hitam tersebut mengaliri tenggorokan. Rasanya kuat dan tanpa basa-basi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline