Lihat ke Halaman Asli

Dewi Puspasari

TERVERIFIKASI

Penulis dan Konsultan TI

Kisah Romantis Sepasang Penderita Kanker di The Fault in Our Star

Diperbarui: 17 Juni 2015   09:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1426222837595754280

[caption id="attachment_402503" align="aligncenter" width="600" caption="Sumber foto: The Jakarta Post/AP/20th Century Fox"][/caption]

Bagi penderita kanker stadium empat, ada saat-saat dimana mereka pasrah dan menikmati setiap detik nafas yang mereka miliki. Kisah  Hazel dan Gus dalam The Fault in Our Star ini menunjukkan bahwa hidup adalah sangat bernilai bagi penderita kanker dan mereka ingin menikmatinya bersama orang-orang yang disayangi.

1426167406308504385

Gus dan HazelHazel Grace Lancester (Shailene Woodley) menderita penyakit kanker tiroid sejak usia 13 tahun dan menjalani berbagai perawatan. Sakitnya menyebar hingga ke tenggorokan sehingga perlu membawa alat bantu pernafasan kemana-mana. Ibunya, Frannie (Laura Dern) dan dokter menganggap Hazel mengalami depresi karena enggan bergaul dengan remaja sebayanya. Dokter meminta Hazel untuk datang ke sesi kelompok untuk saling berbagi dan mendukung.

Awal-awal acara terasa membosankan. Baru ketika ada kehadiran Augustus Waters (Ansel Elgort), Hazel merasa hari-harinya berbeda. Apalagi pada hari pertama, Gus telah memujinya cantik dan mengajaknya nonton film di rumahnya. Gus sendiri menderita penyakit kanker tulang dan satu kakinya telah diamputasi.

Ibunya merasa senang melihat ada perubahan pada anaknya. Hazel jadi lebih ceria. Mereka bertukar buku. Hazel sering bercerita tentang buku favoritnya, An Imperial Affliction, dan keinginannya untuk bertemu di pengarang, Peter Van Houten. Gus pun berupaya mewujudkan keinginan Hazel. Namun mereka harus berpacu waktu dengan penyakit yang mengancam harapan hidup mereka.

[caption id="attachment_402382" align="aligncenter" width="350" caption="Si Ibu yang Menyembunyikan Laranya"]

14261674642016375295

[/caption]

Cerita film yang diangkat dari novel bertajuk sama karya John Green ini sebenarnya adalah sederhana, tentang romansa sepasang remaja. Yang membuat film ini berbeda dengan film romansa remaja saat ini adalah mereka bebas dari vampire, zombie, monster, ataupun ancaman psikopat. Keduanya remaja biasa yang tidak beruntung karena penyakit kanker yang mereka derita sejak bertahun-tahun.

Mereka sudah dalam tahap pasrah. Dengan tabah menjalani perawatan dan berupaya menikmati sisa hidup mereka dengan hal-hal yang menggembirakan diri mereka dan sekelilingnya.

Sekilas film ini sedikit mirip dengan salah satu bagian dalam film My Sister's Keeper yang dibintangi Abigail Breslin sebagai Anna. Di film tersebut, tokoh si kakak perempuan, Kate (Sofia Vassilieva) menderita leukimia dan si adik, Anna,  yang memiliki genetik sama kemudian menjadi donornya. Selama dalam perawatan di rumah sakit, Kate menjalin hubungan dengan sesama penderita kanker, Taylor, dan beberapa kali berkencan.

Topiknya mungkin mirip yakni romansa antar penderita kanker tapi eksekusinya berbeda. Jika My Sister's Keeper bernuansa muram,  di film The Fault in Our Star ini karakternya lebih ceria dan nuansanya gado-gado, ceria, satir, sekaligus mengharukan.

Film ini menjadi menarik salah satunya berkat akting natural Shailene Woodley dan chemistry-nya bersama lawan mainnya, Ansel Elgort. Aktris pendatang baru ini memang namanya kontan melejit berkat penampilannya yang apik di film Descendants dan The Spectacular Now. Tak heran jika ia didaulat menjadi pemeran utama di Divergent. Konon ia kandidat kuat pemeran Mary Jane dalam The Amazing Spiderman namun kemudian karakter Mary Jane batal ditampilkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline